JAKARTA – Perlu diketahui bahwa mengonsumsi air putih dalam jumlah yang berlebihan ternyata dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Pahami gejala serta indikasi kelebihan asupan air agar Anda dapat mengantisipasinya.
Menyadur informasi dari laman Cleveland Clinic, Selasa (13/1/2026), istilah “keracunan air” merujuk pada keadaan di mana volume air dalam tubuh menjadi sangat tinggi sehingga memberikan pengaruh pada sel-sel tubuh.
Kondisi tersebut timbul saat jumlah air melampaui ambang batas kebutuhan normal, yang membuat tubuh tidak sanggup menyeimbangkannya melalui proses pengeluaran urine maupun keringat.
Asupan air yang terlampau tinggi dapat memicu pengenceran darah serta merosotnya kadar elektrolit, terutama natrium. Hal ini mengakibatkan cairan meresap ke dalam sel dan memicu pembengkakan sel tersebut.
Umumnya, tubuh akan memberikan sinyal atau indikasi tertentu ketika mengalami gejala keracunan air.
Gejala Kelebihan Konsumsi Air Putih
Mengutip WebMD, di bawah ini merupakan beberapa gejala yang menjadi indikasi bahwa tubuh kelebihan asupan air:
1. Mual dan muntah
Volume air yang berlebih membuat ginjal tidak sanggup membuang cairan secara cepat. Dampaknya, terjadi akumulasi cairan yang mengganggu mekanisme pencernaan, sehingga memicu rasa mual hingga muntah.
2. Perut terasa kembung
Penumpukan cairan di dalam tubuh dapat memicu rasa penuh, rasa tidak nyaman, serta tampilan perut yang tampak membesar.
3. Sakit kepala
Ketika kadar natrium merosot akibat asupan air yang masif, sel-sel tubuh akan membengkak. Apabila kondisi ini menimpa otak, tekanan di dalam tempurung kepala akan naik dan memicu sakit kepala yang terasa berdenyut.
4. Mengantuk dan kelelahan
Organ ginjal dipaksa bekerja ekstra keras guna membuang sisa cairan yang berlebihan. Hal tersebut dapat menyebabkan rasa lelah yang sangat, kondisi tubuh lemas, serta dorongan untuk terus tidur.
5. Otot lemah dan nyeri
Fungsi otot akan terganggu seiring dengan turunnya kadar elektrolit. Hasilnya, otot akan terasa lemas, muncul rasa sakit, dan kekuatannya berkurang dari biasanya.
6. Kram otot
Gangguan pada keseimbangan elektrolit, khususnya natrium, bisa memicu kontraksi otot yang tidak wajar sehingga timbul kram atau kejang.
8. Pembengkakan pada tubuh (edema)
Cairan yang terjebak di dalam jaringan tubuh akibat volume yang berlebih dapat memicu pembengkakan pada area tangan, kaki, bibir, maupun perut.
9. Urine sangat bening
Warna urine yang terlampau jernih menunjukkan bahwa tubuh mendapat pasokan cairan berlebih dalam tempo singkat. Secara normal, urine seharusnya memiliki warna kuning muda hingga kuning gelap.
10. Terlalu sering buang air kecil
Apabila frekuensi buang air kecil meningkat drastis melebihi kebiasaan, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa tubuh sedang kelebihan pasokan cairan.
Bagaimana Ciri Keracunan Air pada Bayi dan Anak?
Bagi bayi, kebutuhan cairan sebenarnya telah terpenuhi melalui ASI atau susu formula, khususnya pada periode enam bulan awal.
Pemberian air putih pada bayi seharusnya sangat dibatasi dan hanya dilakukan dalam takaran sedikit setelah bayi selesai menyusu.
Apabila bayi meminum air secara berlebihan, tanda-tandanya dapat berupa rasa rewel yang tidak jelas alasannya, suhu badan di bawah normal, wajah yang terlihat sembap, kejang-kejang, serta urine yang tampak sangat pucat atau jernih.
Sedangkan pada anak yang berusia lebih besar, gejalanya cenderung mirip dengan orang dewasa, seperti sulit berkonsentrasi, gampang mengantuk, pandangan yang kabur, kram pada otot, gangguan pada keseimbangan, rasa lemas, kendala pernapasan, serta mual dan muntah.
Jika terdapat indikasi bahwa bayi atau anak mengalami kelebihan cairan, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Apabila situasi terlihat gawat, diperlukan tindakan medis segera di rumah sakit.
Demikian beberapa tanda tubuh mengalami kelebihan konsumsi air putih. Mencukupi kebutuhan cairan memang krusial, namun pastikan untuk meminumnya dalam jumlah yang ideal agar tubuh terhindar dari hiperhidrasi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kami semua.