AI Impact Summit 2026, Indonesia Dorong AI Berorientasi pada Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:46:57 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. [Foto: ANTARA/Anita Permata Dewi]

JAKARTA – Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang berfokus pada kepentingan publik serta pembangunan sosial dalam perhelatan India AI Impact Summit 2026.

Dalam sesi diskusi panel India AI Impact Summit 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengungkapkan bahwa dampak AI secara global saat ini baru menyentuh level "enam dari sepuluh".

Kemajuan teknologi AI dianggap masih memerlukan upaya guna menjamin manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat, terutama di negara-negara berkembang.

"Transformasi digital tidak cukup berhenti pada penyediaan infrastruktur. Yang dibutuhkan adalah akses yang bermakna (meaningful access), sehingga teknologi benar-benar menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat," kata Nezar Patria dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Indonesia menggarisbawahi bahwa tantangan utama di masa depan bukan sekadar menciptakan teknologi AI yang kian canggih, melainkan menjamin teknologi tersebut sanggup menjawab keperluan nyata masyarakat, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal.

Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, Indonesia hadir bersama sejumlah negara Global South lainnya, seperti Togo dan Mesir, dalam panel diskusi yang membedah cara negara berkembang mengarahkan pemakaian AI agar memberikan dampak nyata bagi warga.

Keikutsertaan Indonesia dalam panel ini menunjukkan pergeseran krusial dalam tata kelola teknologi dunia, di mana negara-negara Global South tidak lagi hanya bertindak selaku pengguna teknologi, tetapi mulai mengambil peran sebagai aktor yang turut menentukan arah pengembangan AI global.

Dalam dialog bersama para pemimpin Global South, delegasi dari Togo menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas talenta digital serta kesiapan lembaga publik agar dapat mengadopsi AI secara bertanggung jawab.

Di sisi lain, perwakilan Mesir menekankan perlunya skema tata kelola AI yang menyeimbangkan antara inovasi teknologi dengan perlindungan terhadap masyarakat serta kedaulatan data nasional.

Indonesia turut membagikan pengalaman sebagai negara kepulauan dengan keragaman geografis yang luas, di mana konektivitas digital dan teknologi menjadi instrumen vital dalam pemerataan layanan publik.

Dengan lebih dari 80 persen populasi yang telah terjangkau jaringan internet, fokus pembangunan digital Indonesia kini berpindah dari perluasan jangkauan akses menuju peningkatan kualitas penggunaan teknologi, termasuk pemanfaatan AI untuk pelayanan publik dan pembangunan sosial.

India AI Impact Summit 2026 menjadi titik penting bagi negara-negara berkembang untuk memperkokoh kerja sama global dalam mewujudkan AI yang inklusif, tepercaya, serta berorientasi pada kemaslahatan publik.

Melalui forum tersebut, negara-negara Global South mendorong pengembangan AI sebagai public good (barang publik), yakni teknologi yang tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi, namun juga memperkuat kesejahteraan sosial serta keadilan digital.

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum ini sekaligus mempertegas posisi strategisnya sebagai negara penghubung (bridge country) yang menyelaraskan berbagai kepentingan global dalam tata kelola teknologi masa depan.

Di tengah akselerasi perkembangan teknologi dunia, Indonesia menegaskan bahwa kesuksesan AI pada akhirnya tidak dinilai dari kecanggihan teknologinya semata, melainkan dari kompetensinya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan memberikan manfaat riil bagi seluruh tingkatan masyarakat.

Partisipasi bersama Indonesia, Togo, dan Mesir membuktikan bahwa masa depan AI tidak lagi hanya berada di tangan negara maju atau korporasi teknologi besar.

Negara-negara berkembang kini semakin aktif menyusun prinsip serta arah penggunaan teknologi agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Terkini