Virus Corona Tidak Menular di Indonesia karena Paparan Matahari Lebih Banyak? Ini Kata Imuwan

Ilustrasi virus Corona di China. (Foto: Net)

Virus corona novel alias Covid-19 disebut tidak dapat menular di Indonesia yang menerima paparan matahari lebih banyak dari China. Namun, Peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, David Handojo Muljono enggan menyimpulkan hal itu karena menurutnya masih perlu diteliti secara tersendiri.

"Tidak bisa (disimpulkan). Harus dilakukan uji tersendiri terkait pengaruh matahari (terhadap Covid-19)," katanya, Rabu (12/2/2020) lalu, dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (15/2/2020).

Ia menerangkan, cuaca secara umum mempengaruhi seseorang terkena penyakit. Banyak orang yang sakit, sambungnya, saat musim dingin daripada musim panas. Namun, ia mengingatkan bahwa seseorang dapat tertular penyakit lantaran kondisi imun yang menurun. Di samping itu, keberadaan seseorang di dalam ruang berpendingin udara pun dapat terpapar penyakit lebih cepat.

"Soal cuaca, saya kira relatif, ya. Memang ini (virus) bisa terjadi di cuaca-cuaca yang normal. Bahwa itu nanti virus mati karena cuaca, itu saya tidak bisa jawab," jelasnya.

"Yang jelas, kalau di ruang terbuka lebih aman dari tertutup," tuturnya.

Di sisi lain, ia pun mengungkap soal dugaan banyak orang di China yang meninggal akibat Covid-19 dari pada orang di luar negara lain. Banyaknya orang meninggal di China, imbuhnya, lantaran virus ini baru ketahui.

"Kenapa di lain tempat tidak, ya, mungkin karena kalau menurut saya karena orang (di luar China) mulai berhati-hati menghindari orang-orang yang batuk dan kesadaran menggunakan masker itu maka kasusnya turun," sebutnya.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar