JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa tren penyaluran pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring mengalami peningkatan selama momentum Ramadan dan Lebaran dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan berdasarkan data historis, penyaluran pembiayaan fintech lending selama momentum Ramadan dan Lebaran 2024 atau selama Maret 2024 meningkat 8,9% secara month to month (mtm).
"Selanjutnya, pada Maret 2025 meningkat 3,8% secara mtm," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, dikutip pada Sabtu (11/4/2026).
Agusman menerangkan tren tersebut berpotensi berlanjut pada momentum Ramadan dan Lebaran pada 2026. Sayangnya, belum ada data yang dipaparkan dari tren selama Ramadan dan Lebaran 2026.
Agusman hanya menerangkan tren peningkatan pembiayaan fintech lending selama momentum Ramadan dan Lebaran dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat dan tambahan modal kerja bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara musiman.
Meski berpotensi ada tren peningkatan pembiayaan, Agusman memperkirakan kualitas pendanaan atau TWP90 industri fintech lending tetap terjaga di bawah 5% pasca momentum Ramadan dan Lebaran 2026.
Berdasarkan kinerja industri secara keseluruhan, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 98,54 triliun per Januari 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,52% secara Year on Year (YoY).
Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Januari 2026 tercatat sebesar 4,38%. Adapun angka TWP90 per Januari 2026 meningkat, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang sebesar 4,32%.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News