Reboot Pebble Time Round Resmi Hadir, Smartwatch Ramping dengan Bodi 8,1 mm

Reboot Pebble Time Round Resmi Hadir, Smartwatch Ramping dengan Bodi 8,1 mm
Pebble Round 2. [Foto: Pebble]

JAKARTA – Setelah kembali hadir melalui dua perangkat yakni Core 2 Duo dan Core Time 2, jenama jam tangan pintar legendaris Pebble baru-baru ini memperkenalkan produk teranyarnya, Pebble Round 2.

Perangkat ini merupakan versi modern atau "reboot" dari Pebble Time Round yang pertama kali menyapa pasar pada 2015 dan tersohor sebagai jam tangan pintar paling tipis pada masanya.

Pebble Round 2 edisi terbaru ini mempunyai ketebalan 8,1 mm, sedikit melampaui versi pendahulunya yang berada di angka 7,5 mm.

Kendati demikian, jam tangan pintar ini tetap lebih ramping dibandingkan produk pesaing di pasar saat ini, seperti Samsung Galaxy Watch 8 (8,6 mm), Apple Watch 11 (9,7 mm), serta Huawei Watch 5 (11,3 mm).

Sesuai julukannya, Pebble Round 2 tampil dengan desain layar melingkar yang menonjolkan kesan lebih mewah. Perangkat ini dipasarkan dengan harga 199 dollar AS atau setara Rp 3,3 juta.

Dengan nominal tersebut, jam tangan ini hanya menyediakan fitur pemantauan aktivitas standar seperti penghitung langkah dan durasi tidur, tanpa disertai sensor detak jantung maupun fitur kesehatan kompleks lainnya.

Sebagai gantinya, Pebble Round 2 sanggup memberikan daya tahan baterai yang sangat awet. Dalam satu kali pengisian daya, jam ini diklaim dapat beroperasi selama 10 hingga 14 hari.

Pendiri Pebble, Eric Migicovsky, menjelaskan bahwa salah satu kelemahan pada model terdahulu adalah bingkai atau bezel yang dianggap terlalu lebar.

Pada edisi terbaru ini, penggunaan teknologi layar yang lebih mutakhir memungkinkan bezel dibuat lebih ramping sehingga area tampilan menjadi lebih lapang.

Pebble Round 2 mengadopsi layar e-paper berwarna dengan dimensi 1,3 inci beresolusi 260 x 260 piksel.

Tingkat kerapatan layarnya menyentuh 283 ppi, dua kali lipat lebih tinggi dari generasi sebelumnya, sehingga secara teknis tampilan terlihat lebih tajam dan rinci. Layar ini juga dibekali lampu latar agar tetap nyaman dilihat dalam keadaan gelap.

Untuk aspek perangkat lunak, jam ini menggunakan Pebble OS berbasis open source. Perangkat tersebut sudah mendukung koneksi dengan Android dan direncanakan menyusul untuk iOS.

Fitur pendukung lainnya mencakup mikrofon serta tombol samping guna keperluan navigasi, mematikan suara panggilan masuk, mengendalikan musik, dan fungsi lainnya.

Pebble sendiri meraih popularitas pada 2012 melalui jam tangan pintar berlayar e-paper yang didukung oleh dana kolektif lewat platform Kickstarter. Perangkat ini sudah tersedia bahkan sebelum kemunculan Apple Watch.

Kala itu, produk Pebble memungkinkan penggunanya untuk mengecek notifikasi, mengubah tampilan jam, hingga masuk ke toko aplikasi. Daya tahan baterainya pun mampu mencapai satu minggu meski layar selalu dalam keadaan menyala.

Namun, kejayaan Pebble berlangsung cukup singkat. Antusiasme pasar terhadap produk mereka merosot tajam, hingga pada akhirnya Pebble dibeli oleh Fitbit pada Desember 2016.

Fitbit sendiri kemudian diambil alih oleh Google pada tahun 2019. Hal ini menandakan bahwa ekosistem yang sempat dibangun Pebble berada di bawah kendali perusahaan teknologi besar tersebut.

Usai lama tidak merilis produk orisinal, Pebble menyatakan kembali ke pasar dengan jam tangan pintar baru bernama Core 2 Duo dan Core Time 2 pada Maret 2025.

Meskipun begitu, keduanya baru dipasarkan pada Juli dan Desember 2025. Kedua produk tersebut mulanya diperkenalkan tanpa menyertakan nama Pebble, mengingat hak merek tersebut masih dikuasai Google.

Namun, pada bulan Agustus, TechCrunch mengabarkan bahwa pendiri Pebble, Eric Migicovsky, telah berhasil memperoleh kembali hak merek dagang Pebble. Dengan demikian, jam tangan terbaru tersebut dapat dinamai Pebble 2 Duo dan Pebble Time 2.

Hal ini juga berlaku bagi Pebble Round 2 yang baru saja dirilis pada Januari 2026 ini, sebagaimana informasi yang dikumpulkan dari TechCrunch.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index