JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memasang target untuk menuntaskan deregulasi sebanyak 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menggunakan metode omnibus law pada Maret 2026.
"Dari 191 aturan mungkin akan menjadi empat atau lima aturan saja sehingga ini mudah untuk dibaca semua mitra yang kami bisa libatkan untuk pengembangan pemuda dan olahraga ke depan," kata Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Langkah deregulasi ini mulai direalisasikan usai Menpora Erick Thohir membatalkan Permenpora Nomor 14 tahun 2024 mengenai Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi pada penghujung September 2025.
Semenjak saat itu, jajaran kementerian yang dipimpinnya mengadakan pertemuan deregulasi secara internal dengan mengikutsertakan lintas kedeputian, serta secara eksternal bersama tim ahli hukum.
Menpora memaparkan bahwa sasaran yang ingin diraih ialah menyederhanakan 191 Permenpora yang sudah terbit sejak tahun 2009 menjadi hanya di bawah 10 peraturan.
Pada Desember 2025, ia memaparkan, empat draf pertama Permenpora omnibus yang mencakup bidang pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, olahraga prestasi, serta industri olahraga telah rampung dan bakal melalui tahap uji publik pada awal 2026.
Menpora mematok target agar seluruh rangkaian proses tersebut selesai pada Maret mendatang, sehingga nantinya dapat langsung diimplementasikan guna menyokong progres pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga di Indonesia.
Ia menerangkan bahwa maksud dari kebijakan deregulasi ini adalah untuk melahirkan regulasi yang lebih efektif, simpel, serta mudah diterapkan oleh para pemangku kepentingan terkait.
Di samping itu, regulasi hasil penyederhanaan ini juga didesain agar lebih mendukung industri olahraga dan sistem pembinaan, serta menghilangkan kendala birokrasi demi mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News