Kuliah Sembari Kerja Paruh Waktu, Kenali Dulu 5 Kerugiannya

Ilustrasi kerja paruh waktu (part time)

Kepopuleran kerja paruh waktu (part time) agaknya sudah menjadi bagian kehidupan kalangan mahasiswa untuk mengisi jadwal kuliah yang kosong.

Fleksibilitas waktu yang dimiliki mahasiswa, kerja paruh waktu menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk menambah pemasukan dan tentu saja pengalaman kerja bagi mahasiswa itu sendiri.

Oleh karena itu, ketimbang tidur-tiduran di kosan saat jadwal kuliah kosong, kerja paruh waktu adalah jalan terbaik bagi mahasiswa untuk menghabiskan waktu lebih bermanfaat.

Kendati demikian, kerja paruh waktu tak selamanya mendatangkan manfaat dan keuntungan. Jika berani jujur dengan diri sendiri, kerja paruh waktu malah menimbulkan kerugian bagi mahasiswa yang tercatat aktif kuliah.


1. Waktu untuk mengerjakan tugas yang diberikan kampus semakin berkurang 

Kerja paruh waktu untuk mahasiswa rata-rata sekitar empat hingga enam jam per hari. Artinya, waktu untuk mengerjakan tugas yang diberikan kampus otomatis terpangkas. 

Dampak buruk ini dapat dilihat saat mahasiswa mengerjakan tugas kampus secara terburu-buru. Risikonya tugas yang dikerjakan berpotensi tidak maksimal. Bahkan, beberapa ada yang rela tidak mengerjakan tugas, karena jadwalnya bentrok dengan pekerjaan.

 

2. Condong sering absen

Melakoni kerja paruh waktu tetap terikat pada aturan-aturan yang berlaku di tempat kerja. Artinya, kita tidak bisa seenaknya menentukan jadwal kerja dengan menyesuaikan jadwal kuliah.

Tak sedikit kasus mahasiswa kedapatan melakukan kerja paruh waktu kerja saat jam kuliah. Alhasil, dia memilih untuk bekerja dan bolos kelas. 


3. Menurunnya partisipasi di lingkungan kampus

Selain tempat menimba ilmu, kampus juga menjadi tempat kita bersosialisasi dengan teman sejawat dalam melakukan beragam aktivitas.

Berpartisipasi di unit kegiatan mahasiswa atau organisasi kampus sangat membantu mahasiswa mendapatkan bekal untuk dunia kerja nantinya. 

Kerja paruh waktunya cenderung menyita waktu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan berorganisasi di kampus.

 

4. Waktu untuk belajar semakin berkurang

Selain waktu untuk mengerjakan tugas, waktu untuk belajar juga ikutan berkurang. Dampak yang lebih parahnya adalah nilai jadi anjlok. 

Tapi, beberapa ada yang berhasil memanajemen waktu dengan sangat baik. Sehingga masih tetap ada waktu untuk belajar meski jadwal kuliah dan kerja padat. 

 

5. Stres 

Pegawai biasa saja bisa stres apabila kebanyakan kerja, apalagi mahasiswa yang kerja part time. Beban pikirannya bakal lebih besar, antara harus memikirkan kerja part time, kuliah, dan tugas! 

Dampak dari stres akibat kerja juga banyak, bisa mengalami gangguan kesehatan fisik, kegiatan sosialisasi jadi berkurang, dan lebih bahayanya, bisa memengaruhi kesehatan mental.

Itulah lima kerugian bila mengambil kerja paruh waktu sambil kuliah. Kalau bisa membagi waktu dengan baik atau memiliki kemampuan manajemen waktu yang tepat, boleh jadi Anda tidak akan mengalami hal-hal di atas. 

Namun demikian, Anda harus meletakkan dunia perkuliahan, di atas kerja sampingan. Sebab kuliah adalah bekal utama di masa yang akan datang.

​​​​​







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar