Hotel Mumbai, Film Berlatar India Penuh Ketegangan

Hotel Mumbai, Film Berlatar India Penuh Ketegangan

Pada 6 April 2019 lalu, film yang naik layar di bioskop dibuat makin ramai dengan dirilisnya Hotel Mumbai. Mumbai ini memang ibukota dari negara India. Jangan salah, Hotel Mumbai ini bukan produksi Bollywood. Melainkan Hollywood yang menggandeng aktor dan aktris Bollywood sebagai peran utama dan pendukung filmnya.

Bukan film biasa, mengusung genre action dan drama membuat Hotel Mumbai yang diangkat dari insiden nyata di Taj Mahal Palace Hotel ini menuai banyak pujian. Perpaduan sempurna antara sisi sentimental yang mempertaruhkan nyawa, film garapan sutradara baru Anthony Maras layak mendapatkan tepuk tangan dan acungan jempol.

1. Menggandeng aktor dan aktris dari Bollywood sekaligus Hollywood 

Menjadikan Kota Mumbai sebagai latar filmnya, aktor dan aktris dari Bollywood dan Hollywood berkolaborasi di project ini. Ada Dev Patel, Armie Hammer, Angus McLaren, dan masih banyak yang lainnya. Film ini menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.

Hadir dalam durasi 125 menit, para penonton akan dikenalkan dengan insiden yang sempat membuat banyak nyawa melayang di Mumbai pada 2008 silam. Teror yang terjadi di beberapa tempat di Mumbai selama 4 hari berturut-turut membuat kota yang dipenuhi dengan wisatawan ini seketika menjadi kelam.

2. Tonjolkan kekontrasan yang terjadi di Mumbai 

Di Hotel Mumbai, sejak menit-menit pertama para penonton akan disuguhkan dengan keadaan yang cukup kontras yang ada di Mumbai. Sudut kota yang kumuh serta dang sempit yang menjadi keseharian warga kelas bawah, cukup mencolok dengan adanya Hotel Taj Mahal Palace yang megah bak istana.

Latar belakang dari Arjun yang disorot sebagai salah satu staf lokalnya pun jadi pembuka dari Hotel Mumbai. Keadaan yang berbanding terbalik ini cukup membuka mata dengan keadaan yang terjadi salah satu kota wisata yang banyak dikunjungi di India ini.

3. Kilas balik pada kejadian yang menyerang pada November 2008 silam 

Setting dari Hotel Mumbai diambil pada 26 November 2008. Semua yang bekerja di Taj Mahal Palace Hotel memulai harinya seperti biasa. Menyambut dan membuat tamu yang menginap merasakan kenyamanan adalah prioritas mereka.

Sayangnya, semua ketentraman ini berubah menjadi petaka saat ada sekelompok remaja menyabotase hotel ini dengan bekal senjata laras panjangnya. Para staf yang bertugas di hari itu pun sama sekali tidak menyangka akan serangan mendadak ini. Mengorbankan dirinya, mereka bersama tamu yang menginap mencoba saling menyelamatkan dan keluar dari hotel itu dengan selamat.

4. Beralur lambat tapi mampu membuat penonton bak jadi bagian dari ceritanya 

Dengan alur lambat yang mendetail pada serangan singkat tersebut, aksi heroik dari staf di hotel inilah yang ditonjolkan di Hotel Mumbai. Tanpa terasa membosankan, penonton yang mengikuti ceritanya sejak menit pertama, serasa seperti menjadi bagian dan merasakan sendiri betapa mencekamnya insiden tersebut.

Antara hidup dan mati dan keinginan untuk kembali dengan keluarga masing-masing, semua orang yang terjebak di hotel ini mencoba keluar dari serangan peluru dan teror dari orang tidak bertanggung jawab ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *