10 Emiten dengan Harga Saham Termahal di Indonesia 2026

10 Emiten dengan Harga Saham Termahal di Indonesia 2026
Illustrasi harga saham termahal di Indonesia (Gambar: Canva Pro/ Istimewa)

JAKARTA - Harga saham yang tinggi di pasar modal Indonesia sering menjadi perhatian investor, terutama mereka yang mencari opsi untuk diversifikasi portofolio atau fokus pada saham bernilai tinggi. 

Nilai saham yang mahal sering mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat, stabilitas bisnis, dan kepercayaan investor jangka panjang. 

Saham yang termahal biasanya berasal dari emiten dengan rekam jejak kinerja konsisten dan kemampuan menghasilkan pendapatan stabil.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan daftar 10 emiten dengan harga saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2026, serta analisis singkat untuk membantu strategi investasi yang lebih matang.

Daftar 10 Saham dengan Harga Termahal di Indonesia Berdasarkan BEI 2026

Berikut ini adalah beberapa saham dengan harga per lembar terbesar di pasar modal Indonesia saat ini — diperoleh dari sumber data harga saham termahal di Indonesia (per akhir 2025/awal 2026): 

No.

Kode Saham

Nama Emiten

Harga Per Saham (perkiraan)

1DCIIPT DCI Indonesia Tbk± Rp46.000 – Rp220.000+
2DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk± Rp40.000 – Rp88.000
3MLPTPT Multipolar Technology Tbk± Rp38.500
4UNTRPT United Tractors Tbk± Rp26.700
5MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk± Rp26.700
6ITMGPT Indo Tambangraya Megah Tbk± Rp25.900
7BYANPT Bayan Resources Tbk± Rp17.000
8GGRMPT Gudang Garam Tbk± Rp15.600
9RDTXPT Roda Vivatex Tbk± Rp15.100
10SMMAPT Sinarmas Multiartha Tbk± Rp14.600

Catatan: Harga di atas merupakan rentang perkiraan berdasarkan data terupdate pasar modal Indonesia dan dapat berubah dari waktu ke waktu mengikuti pergerakan pasar.

Ulasan Singkat Tiap Emiten

1. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)

Saham DCII sering masuk dalam daftar saham termahal karena permintaan tinggi dari investor dan posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital dan pusat data yang masih berkembang pesat. 

2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Perusahaan energi dengan lini usaha yang luas, termasuk pembangkit listrik dan pertambangan batu bara, membuat DSSA menarik bagi investor yang mencari eksposur di sektor energi. 

3. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

MLPT menjadi salah satu saham bernilai tinggi dari sektor teknologi, didorong oleh permintaan digital dan ekspansi layanan infrastruktur. 

4. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Sebagai bagian dari grup besar Astra, UNTR dikenal dengan operasi kuat di sektor alat berat dan pertambangan yang membuatnya banyak diminati. 

5. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

MKPI memiliki aset properti bernilai tinggi, termasuk mal dan kawasan komersial premium, yang menjaga harga sahamnya tetap tinggi. 

6. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Permintaan global batu bara yang stabil membuat ITMG menjadi pilihan saham mahal dari sektor komoditas. 

7. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

BYAN merupakan produsen batu bara dengan jaringan ekspor yang kuat, menjadikannya saham bernilai tinggi di sektor energi. 

8. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Kekuatan bisnis rokok dan marjin stabil membuat GGRM menjadi saham mahal yang menjadi pilihan diversifikasi defensif. 

9. PT Roda Vivatex Tbk (RDTX)

RDTX mendulang harga saham tinggi juga dari aset properti yang memberi pendapatan stabil lewat penyewaan gedung atau ruang komersial. 

10. PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA)

Bergerak di sektor jasa keuangan dan asuransi, SMMA memiliki struktur bisnis terdiversifikasi yang mendukung kinerja sahamnya.

Kenapa Harga Saham Bisa Tinggi?

Harga saham suatu perusahaan ditentukan oleh banyak faktor fundamental dan kondisi pasar:

  • Kinerja Keuangan Perusahaan: Laporan laba rugi sehat dan arus kas yang solid seringkali mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.
  • Potensi Pertumbuhan Bisnis: Perusahaan dengan prospek ekspansi dan inovasi baru lebih menarik bagi investor jangka panjang.
  • Sentimen Pasar: Kepercayaan investor terhadap masa depan ekonomi dan industri tertentu turut memengaruhi permintaan saham.
  • Jumlah Saham Beredar: Emiten dengan saham yang lebih sedikit biasanya memiliki harga per lembar yang lebih tinggi karena permintaan dan pasokan.

Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, atau perubahan regulasi juga dapat memengaruhi harga saham secara signifikan.

Manfaat dan Risiko Investasi Saham Bernilai Tinggi

Berinvestasi pada saham dengan harga tinggi membawa sejumlah potensi keuntungan:

Keuntungan:

  • Potensi Dividen Besar: Perusahaan besar dan stabil cenderung membayar dividen konsisten.
  • Stabilitas Investasi: Emiten berfundamental kuat lebih mampu bertahan terhadap volatilitas pasar.

Risiko:

  • Modal Awal Besar: Untuk membeli sejumlah saham bernilai tinggi, investor perlu menyediakan dana yang besar.
  • Fluktuasi Harga: Harga saham bisa bergejolak tajam karena sentimen pasar atau perubahan kondisi ekonomi.
  • Regulasi dan Kebijakan: Perubahan aturan pemerintah bisa memengaruhi profitabilitas perusahaan.

Cara Memilih Saham Bernilai Tinggi yang Tepat

Agar investasi lebih aman dan menguntungkan, berikut beberapa panduan memilih saham:

  1. Analisis Fundamental:
    Teliti laporan keuangan, profitabilitas, serta konsistensi pertumbuhan pendapatan.
  2. Analisis Teknis:
    Gunakan indikator seperti moving average, RSI, dan volume perdagangan untuk melihat tren harga.
  3. Diversifikasi Portofolio:
    Sebar investasi ke berbagai sektor untuk mengurangi risiko.
  4. Perhatikan Visi dan Strategi Perusahaan:
    Pahami rencana jangka panjang dan arah bisnis yang dipaparkan manajemen emiten.

Sebagai kesimpulan, daftar 10 saham termahal di Bursa Efek Indonesia mencerminkan keberagaman sektor, mulai dari teknologi dan energi hingga properti serta barang konsumsi. 

Saham mahal sering kali mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan kepercayaan investor. 

Namun, setiap pilihan investasi tetap perlu ditimbang berdasarkan tujuan dan toleransi risiko kamu sebagai investor.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index