Berantas Kebrutalan di Lapangan, PSSI Coret Dua Pemain Liga 4 Seumur Hidup

Berantas Kebrutalan di Lapangan, PSSI Coret Dua Pemain Liga 4 Seumur Hidup
Logo PSSI. [Foto: ISTIMEWA]

JAKARTA – Selama dua hari berturut-turut, PSSI menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada dua pemain yang mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Tindakan para pemain sepak bola di kompetisi Liga 4 tengah menjadi pusat perhatian. Alasan utamanya adalah kebrutalan yang terjadi di dalam lapangan. Merespons hal tersebut, PSSI mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi.

Hukuman yang diputuskan tidak tanggung-tanggung. Dua pemain yang melakukan pelanggaran berat dilarang beraktivitas di dunia sepak bola untuk selamanya.

Pihak pertama yang merilis keputusan adalah Komite Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Jawa Timur. Pada 6 Januari 2026, Komdis PSSI Asprov Jatim menetapkan sanksi larangan berkegiatan di lingkungan sepak bola terhadap Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Hilmi merupakan pemain kesebelasan Putra Jaya Pasuruan yang kedapatan menendang bagian dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah.

Insiden ini terjadi saat laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 pada Senin (5/1/2026).

Hanya berselang satu hari, giliran Panitia Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengeluarkan keputusan yang sama.

Pandis PSSI Asprov DIY menjatuhkan hukuman kepada Dwi Pilihanto berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Dwi adalah punggawa KAFI FC yang melakukan tindakan berbahaya dengan menendang wajah pemain UAD FC dalam pertandingan Liga 4 DIY pada Selasa (6/1/2026).

Kedua aksi anarkis tersebut, baik yang dilakukan oleh Hilmi maupun Dwi, sempat menjadi buah bibir sekaligus memancing kemarahan para pengguna internet di dunia maya.

Sikap tidak sportif yang ditunjukkan oleh Hilmi dan Dwi menyebabkan profil keduanya sempat viral.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index