JAKARTA – Memasuki tahun 2026, Thailand masih menjadi salah satu tujuan utama pelancong dari berbagai belahan dunia.
Selain menyuguhkan pesona alam serta kekayaan budaya, biaya melancong ke Thailand tergolong masih ramah di kantong.
Akan tetapi, terhitung sejak tahun ini, terdapat sejumlah penyesuaian yang wajib dicermati oleh para wisatawan sebelum menyusun rencana kunjungan, sebagaimana dilaporkan Travel and Tour World, Senin (5/1/2026).
Salah satu kebijakan krusial adalah adanya kenaikan biaya layanan penumpang di berbagai bandara internasional, seperti Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, Chiang Mai, serta sejumlah bandara utama lainnya.
Peningkatan tarif ini dilakukan guna memastikan fasilitas bandara kian modern, nyaman, serta sanggup melayani volume penumpang yang lebih besar.
Di samping itu, Thailand juga berniat memberlakukan pajak masuk bagi turis dan melakukan penyesuaian pada biaya penumpang untuk penerbangan internasional.
Walaupun terdapat biaya ekstra tersebut, Thailand diprediksi tetap akan menjadi opsi destinasi liburan yang ekonomis dan memikat, khususnya bagi pelancong yang mendambakan pengalaman wisata bermutu tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
1. Kenaikan Biaya Bandara Internasional
Biaya layanan penumpang (Passenger Service Charge/PSC) mengalami kenaikan dari semula 730 baht menjadi 1.120 baht (berkisar Rp 500 ribu–Rp 550 ribu).
Tarif ini diterapkan di seluruh bandara besar di Thailand, yang meliputi Suvarnabhumi (Bangkok), Don Mueang (Bangkok), Phuket, Chiang Mai, Hat Yai, serta Chiang Rai.
Langkah kenaikan ini ditujukan untuk membenahi fasilitas, memperbarui sistem secara modern, serta meningkatkan daya tampung penumpang.
2. Biaya Penumpang Penerbangan
Bukan hanya tarif bandara, terdapat pula biaya penumpang penerbangan (aviation passenger fee) yang terkerek naik dari 15 baht menjadi 25 baht per individu untuk sekali perjalanan.
Biaya ini dikumpulkan guna menyokong kebutuhan operasional serta aspek keselamatan penerbangan di Thailand.
3. Pajak Turis Baru
Pihak otoritas Thailand memiliki rencana untuk mulai menerapkan pajak masuk turis senilai kurang lebih 300 baht per wisatawan mancanegara (berkisar Rp 140 ribu–Rp 150 ribu) mulai medio 2026. Dana dari pajak ini nantinya dialokasikan untuk:
a. Penyediaan asuransi perjalanan standar bagi wisatawan
b. Pendanaan untuk pemeliharaan berbagai objek wisata
c. Penguatan infrastruktur di sektor pariwisata
4. Estimasi Total Biaya Tambahan
Apabila seluruh komponen biaya dikalkulasi, mulai dari PSC, biaya penerbangan, hingga pajak turis — maka total beban tambahan dapat mencapai angka 700–800 baht (berkisar Rp 300 ribu–Rp 350 ribu) per orang.
Para pelancong diimbau untuk mengatur ulang anggaran perjalanan mereka agar tetap merasa nyaman selama berlibur.
5. Latar Belakang Perubahan
Thailand tengah menggeser titik berat strateginya dari yang semula mengejar kuantitas jumlah wisatawan menjadi pariwisata yang memberikan nilai tambah tinggi.
Pendapatan dari biaya tambahan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kepuasan wisatawan, yang mencakup penyediaan fasilitas bandara yang lebih canggih, menjaga kebersihan area wisata, serta menghadirkan layanan yang lebih terjamin keamanannya.