JAKARTA – Menjelang masa transisi ke musim kemarau, suhu udara di berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah Jabodetabek, mulai terasa semakin panas.
Walaupun cuaca menyengat menghantui, momen libur panjang tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan.
Akan tetapi, suhu panas yang ekstrem memiliki risiko kesehatan seperti radang tenggorokan, dehidrasi, kelelahan hebat (heat exhaustion), hingga gejala flu.
Agar rencana liburan tidak terganggu akibat jatuh sakit di waktu libur panjang, berikut merupakan panduan praktis untuk menjaga kesehatan saat cuaca terik:
1. Fokus pada Hidrasi dan Nutrisi
Tubuh kehilangan cairan lebih cepat lewat keringat di saat cuaca panas. Kami menyarankan untuk tidak menunggu haus sebelum minum. Pastikan selalu membawa botol minum pribadi dan meminum air putih secara rutin.
Tingkatkan konsumsi buah serta sayuran dengan kadar air tinggi (contohnya mentimun atau semangka). Kami harap Anda menghindari makanan yang pedas atau terlalu berminyak karena berisiko memicu radang tenggorokan.
Apabila dibutuhkan, konsumsilah vitamin tambahan guna menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat sepanjang perjalanan.
2. Gunakan Pakaian dan Perlindungan Luar yang Sesuai
Meski ingin tampil modis saat liburan, kenyamanan harus tetap menjadi hal utama. Pakailah pakaian yang berbahan tipis, mudah menyerap keringat, dan longgar seperti linen atau katun. Hindari penggunaan baju tebal yang bisa memerangkap panas pada tubuh.
Gunakan kacamata hitam dan topi lebar guna melindungi mata serta kepala dari kontak langsung sinar UV.
Ini merupakan perlindungan yang wajib. Jangan lupa oleskan sunscreen minimal SPF 30 sebelum melakukan aktivitas di luar ruang, khususnya saat berada di pegunungan atau pantai.
3. Siapkan Perangkat Anti-Gerah
Sediakan barang pendukung di tas Anda untuk mengatasi suhu yang panas:
• Kipas Portabel: Kipas elektrik genggam sangat berguna memberikan aliran udara secara instan ketika berada di ruang terbuka yang kurang angin.
• Tisu atau Handuk Kecil: Siapkan tisu atau sapu tangan untuk mengelap keringat agar kulit tetap kering serta tidak mengalami iritasi.
4. Kelola Ritme dan Tentukan Destinasi yang Nyaman
Pengaturan waktu kunjungan sangat berpengaruh pada kenyamanan liburan Anda. Kami menyarankan untuk membatasi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan antara pukul 11.00 sampai 14.00, yakni saat matahari sedang panas-panasnya.
Sebaiknya kunjungi lokasi terbuka seperti pantai pada pagi atau sore hari.
Ketika menyusun rencana destinasi, pastikan tempat tersebut memiliki fasilitas ber-AC atau area berteduh yang cukup untuk tempat beristirahat sejenak dari panas matahari.