Studi: Tanpa Uang Tunai saat Liburan Bikin Wisatawan Rugi dan Terkena Biaya Ekstra

Kamis, 09 April 2026 | 10:15:33 WIB
Ilustrasi liburan. [Foto: NET]

JAKARTA – Selama masa liburan, tidak sedikit pelancong yang hanya mengandalkan sistem pembayaran nontunai atau kartu tanpa menyiapkan uang fisik. Kebiasaan tersebut semestinya mulai ditinggalkan.

Baru-baru ini, sebuah riset mengungkapkan krusialnya membawa uang tunai ketika berwisata ke mancanegara.

Selain guna mengantisipasi kondisi darurat, membawa uang fisik ternyata melindungi wisatawan dari beban biaya tambahan serta kerugian akibat selisih nilai tukar mata uang.

Mengutip laporan Independent, Kamis (9/4/2026), survei dari situs Be Clever With Your Cash menunjukkan bahwa 39 persen pelancong menemui kondisi tidak terduga saat berwisata dan sangat memerlukan uang tunai.

Umumnya, para wisatawan memakai tiga metode pembayaran saat berlibur. Pertama, uang tunai dengan mata uang setempat yang lebih menjamin kelancaran transaksi. Kedua, kartu khusus perjalanan seperti Wise atau Revolut.

Ketiga, kartu kredit konvensional yang kerap membebankan biaya untuk transaksi di luar negeri.

Terdapat banyak kondisi yang memaksa pelancong menggunakan uang tunai, seperti memberikan tip, ongkos taksi, hingga transaksi di gerai kecil yang belum memiliki fasilitas pembayaran digital.

Dengan menyiapkan uang tunai sebelumnya, wisatawan akan lebih tenang karena bisa langsung melakukan pembayaran saat situasi mendesak.

Sebaliknya, jika terlalu bergantung pada metode cashless dan kartu, wisatawan berisiko mengeluarkan dana lebih besar.

Survei Opinium terhadap 2.000 pelancong asal Inggris mengungkap bahwa mereka sering butuh uang tunai secara tiba-tiba sehingga terpaksa menarik uang di ATM dengan biaya tambahan yang tinggi.

Riset tersebut juga memperlihatkan bahwa sebagian orang menukarkan uang di bandara, namun justru mendapatkan nilai tukar yang merugikan. Oleh sebab itu, pelancong disarankan sudah menukar mata uang negara tujuan sebelum berangkat.

"Masih ada perdebatan dalam penggunaan uang tunai. Banyak orang berasumsi bahwa memiliki kartu bebas biaya sudah cukup. Tetapi itu percuma jika Anda akhirnya menggunakan ATM di luar negeri yang mengenakan biaya atau berujung mendapat nilai tukar yang buruk," kata ahli keuangan Be Clever With Your Cash, Amelia Murray.

Selain potensi biaya tambahan di ATM, perlu dipahami bahwa tidak semua wilayah di luar negeri mendukung pembayaran kartu dengan mudah.

Terutama jika mendatangi lokasi di luar kota utama atau daerah terpencil, tempat-tempat seperti itu biasanya belum menerima kartu.

Murray menganjurkan agar para pelancong tetap membawa simpanan uang tunai dalam mata uang lokal untuk keperluan darurat.

Di samping itu, wisatawan sebaiknya mempelajari kebijakan kartu kredit serta sistem konversi mata uang sebelum berkunjung ke sebuah negara.

Terkini