Presiden Prabowo Pantau Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:01:32 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto, saat meninjau lokasi pengungsian bencana di Sumatera Barat. [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam penjelasannya, Seskab Teddy memaparkan tiga poin utama.

Pertama, Presiden menginstruksikan seluruh jajaran satgas, kementerian, dan pejabat terkait untuk memberikan informasi serta pembaruan berkala kepada masyarakat sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas.

"Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat yang terkait, itu terus menerus menyampaikan informasi, update secara berkala kepada publik," ungkap Seskab Teddy, dikutip Kamis (12/2/2026).

Kedua, setelah memasuki dua bulan pascabencana, pemerintah mencatat berbagai pencapaian nyata di lapangan.

Seskab menjelaskan bahwa proses pemulihan berlangsung sangat cepat berkat sinergi seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, relawan, dan warga.

Dalam waktu dua bulan, sebanyak 5.500 unit rumah hunian selesai dibangun, dengan 1.500 unit di antaranya rampung pada bulan pertama.

Selain itu, 98 jembatan telah dibangun kembali di provinsi-provinsi terdampak, serta 99 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus kini sudah dapat diakses kembali.

Di sektor kesehatan, sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas telah beroperasi normal kembali. Sementara itu, aktivitas sekolah hampir 100 persen aktif, pasar mulai dibuka, dan roda ekonomi masyarakat kembali bergerak.

Seskab menegaskan bahwa fokus pemulihan mencakup pembangunan fisik serta penyaluran dana bantuan kepada pemerintah daerah dan warga terdampak berdasarkan data yang telah diverifikasi.

"Peran cepat kepala daerah di sini juga sangat dibutuhkan. Dan Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin," tegasnya.

Ketiga, menjelang bulan Ramadan yang tersisa satu minggu lagi, Presiden memerintahkan jajarannya guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, terutama di area terdampak bencana.

Presiden ingin memastikan masyarakat yang tengah dalam masa pemulihan dapat beribadah dengan tenang tanpa terkendala kebutuhan pangan.

Menutup pernyataannya, Seskab memberikan apresiasi kepada unsur pemerintah, aparat, relawan, dan pers yang membantu percepatan pemulihan.

“Ini semua bisa dengan cepat tercapai berkat semua elemen bekerja sama, saling mendukung, saling melengkapi,” pungkasnya.

Terkini