PM Pakistan Kutuk Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad yang Tewaskan 30 Orang

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:33:11 WIB
Evakuasi seorang korban aksi ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad, Pakistan, Jumat (6/2/2026). [Foto: Aamir QURESHI/AFP]

JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk keras aksi ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid di ibu kota Islamabad, yang merenggut puluhan nyawa pada Jumat (6/2/2026).

Dalam pernyataan resminya, Sharif mengutarakan duka cita yang mendalam atas insiden yang menimpa masjid Syiah tersebut. Sharif juga "mengecam keras" peristiwa yang mengakibatkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.

Sebuah ledakan melanda masjid Syiah di Islamabad pada Jumat ini. Sampai saat ini, tercatat 31 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pejabat senior kepolisian Pakistan menjelaskan kepada AFP bahwa ledakan tersebut terjadi sesaat setelah salat Jumat dilaksanakan.

Jurnalis foto AFP melaporkan bahwa puluhan korban luka segera dilarikan ke rumah sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan (PIMS).

Juru bicara Kepolisian wilayah Ibu Kota Islamabad, Taqi Jawad, menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab ledakan.

Ia pun menambahkan bahwa tim forensik akan mengidentifikasi apakah insiden tersebut dipicu oleh aksi pelaku bom bunuh diri atau penggunaan bahan peledak rakitan.

Hingga waktu ini, belum terdapat pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Meski demikian, dugaan awal tertuju pada kelompok militan seperti Taliban, Pakistan, atau ISIS.

Sebelumnya, pada November, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di luar gedung pengadilan di Islamabad yang mengakibatkan 12 orang tewas.

Serangan ini berlangsung hampir satu minggu setelah kelompok terlarang Tentara Pembebasan Baloch melakukan rentetan serangan di Balochistan, Pakistan barat daya, yang menewaskan sekitar 50 orang.

Pihak militer Pakistan menyatakan bahwa pasukan keamanan yang menanggapi serangan tersebut juga menewaskan lebih dari 200 orang yang mereka sebut sebagai "teroris".

Terkini