PBB: Temuan Awal Ungkap 2 TNI UNIFIL Tewas Akibat Ledakan di Pinggir Jalan

Kamis, 02 April 2026 | 10:28:15 WIB
Ilustrasi tank pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. [Foto: ANTARA/foto-Anadolu/py]

JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan temuan sementara terkait penyebab gugurnya dua prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) pada 30 Maret lalu.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, memaparkan informasi tersebut saat konferensi pers yang berlangsung Rabu (1/4/2026).

"Temuan awal terkait insiden di Bani Hayyan pada 30 Maret, yang menewaskan dua pasukan penjaga perdamaian, menunjukkan bahwa ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi mereka," kata Dujarric.

Dujarric kemudian melanjutkan, "Kami menegaskan kembali kecaman keras kami terhadap insiden yang menyebabkan kematian pasukan penjaga perdamaian Indonesia tersebut."

Dalam kesempatan itu, Dujarric menyebutkan kondisi di Lebanon mengalami perburukan secara masif dalam beberapa waktu terakhir.

Eskalasi ini menurutnya memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap masyarakat serta infrastruktur sipil, terutama di wilayah Lebanon.

"Hal ini juga sangat membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB," kata Dujarric.

Tercatat tiga personel TNI yang berdinas di UNIFIL gugur akibat serangan Israel ke Lebanon.

Dua di antaranya, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan, tewas akibat ledakan di area dekat Bani Hayyan pada hari Senin (30/1/2026).

Pernyataan senada sebelumnya juga telah disampaikan oleh Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian, Jean Pierre Lacroix.

"Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan," kata Lacroix.

Satu hari sebelumnya, pada 30 Maret, satu anggota TNI lainnya bernama Fahrizal Rhomadhon juga tewas akibat terkena ledakan proyektil di wilayah sekitar Adchit Al Qusayr.

Semenjak awal Maret, Israel terus melakukan serangan intensif ke Lebanon, khususnya bagian selatan, dengan alasan mengincar aset Hizbullah. Pihak milisi kemudian membalas dengan turut melepaskan serangan ke arah Israel.

Terkini