JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkokoh kolaborasi di bidang riset, inovasi, sains, serta teknologi dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Kamis (5/2/2026), menyampaikan bahwa kerja sama antara Kemdiktisaintek dan BRIN merupakan fondasi krusial dalam pembangunan sumber daya manusia unggul serta peningkatan daya saing nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Kolaborasi adalah kunci, melalui sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan, riset dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," katanya.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua pihak di Graha Widya Bhakti, KST BJ Habibie BRIN, Tangerang Selatan, Rabu (4/2/2026).
Brian merasa optimistis bahwa kerja sama ini mampu memperkuat upaya negara dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Kepala BRIN Arif Satria memaparkan bahwa salah satu poin kesepakatan ini adalah inisiasi kerja sama dengan Jepang untuk memperkuat ekosistem serta hasil riset domestik agar diakui di forum internasional, termasuk Penghargaan Nobel.
Salah satu fokusnya, menurut Arif, adalah penelitian metal organic framework (MOF) yang dinilai memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, terutama dalam mendukung ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan lewat kolaborasi internasional.
"MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG)," ujarnya.
Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Myochin Mitsuru menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, serta pendidikan tinggi terus tumbuh dan menjadi fondasi utama dalam penguatan kapasitas riset serta pengembangan SDM di kedua negara.
"Kami meyakini bahwa kolaborasi riset, pendidikan, dan pertukaran sumber daya manusia akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," katanya.