Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyampaikan bahwa kolaborasi di bidang energi antara Indonesia dan Rusia senantiasa mengalami kemajuan, mulai dari pembicaraan mengenai energi nuklir hingga penyediaan minyak dan gas guna menyokong ketahanan energi nasional.
"Isu energi nuklir saat ini masih pada tahap persiapan karena Indonesia mengambil keputusan final untuk memasukkan energi nuklir ke dalam bauran energi nasional," kata Tolchenov dalam wawancara khusus dengan ANTARA di kediamannya di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa secara regulasi, Indonesia pun belum menerbitkan persetujuan guna mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun melakukan pengembangan teknologi terkait.
Namun, menurut pendapatnya, diskusi antara kedua negara tetap berjalan di level pemerintah maupun antarinstansi seperti BRIN, ESDM, PLN, serta Rosatom Rusia mengenai potensi kerja sama lanjutan di bidang nuklir.
"Ketika Indonesia nantinya menyatakan akan mengembangkan energi nuklir, maka kami siap langsung memulai negosiasi praktis mengenai implementasi proyek tersebut," katanya.
Ia mengimbuhkan bahwa pihak Rusia telah siap untuk membangun PLTN dalam skala besar ataupun reaktor modular kecil (SMR), baik yang berlokasi di darat maupun versi terapung.
"Saya ingin menekankan bahwa Rusia hanya menyediakan kepada mitra asing teknologi yang juga kami gunakan di wilayah kami sendiri — teknologi yang berkualitas tinggi, sudah terbukti, sangat aman, dan tentu saja efisien," ucapnya.
Ia memaparkan bahwa saat ini Rusia mengoperasikan 11 PLTN dengan total hampir 40 unit reaktor nuklir. Menurut penjelasannya, perpaduan antara energi nuklir dan gas alam menjadikan sekitar 80 persen energi di Rusia masuk kategori energi hijau karena memiliki kadar emisi yang rendah atau nyaris nol.
Selain di bidang nuklir, ia melanjutkan bahwa Rusia juga menunjukkan kesiapan guna menyokong ketahanan energi Indonesia lewat pasokan gas alam serta minyak mentah.
"Kami sepakat Rusia dapat memasok minyak mentah ke Indonesia. Namun, rincian lebih lanjut seperti harga, waktu pengiriman, dan tujuan distribusi akan dibahas oleh kalangan bisnis karena penjualan migas di Rusia dilakukan oleh perusahaan negara maupun swasta," katanya.
Ia memberikan penegasan bahwa Rusia merupakan pemasok sumber daya energi yang sangat kredibel dan bertanggung jawab.
"Indonesia adalah sahabat kami, dan kami berniat untuk mengembangkan kerja sama seperti ini dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia," ucapnya.