Dorong Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Mudik 2026 Meningkat Drastis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:16:17 WIB
Juru Bicara (Jubir) Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. [Foto: Dok. Kemenko Perekonomian]

JAKARTA – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa momentum arus mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional.

Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebutkan bahwa masa Ramadhan dan Lebaran 2026 menjadi motor penggerak konsumsi rumah tangga yang sangat signifikan.

Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode ini tidak hanya memacu konsumsi rumah tangga, tetapi juga meningkatkan perputaran uang di berbagai wilayah sehingga dampak ekonominya lebih merata.

"Mandiri Spending Index weekly terbaru juga mengonfirmasi adanya peningkatan konsumsi masyarakat dengan tren yang terus meningkat (terbaru di angka 123,5), dan balik telah memberikan suntikan likuiditas langsung ke daerah-daerah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (28/3/2026).

Selaras dengan hal itu, sejumlah pelaku usaha dan asosiasi memproyeksikan bahwa arus mudik menjadi elemen penting bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

Perputaran uang selama masa mudik Lebaran diperkirakan menembus angka sekitar Rp 148 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Kemenko Perekonomian menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat selama periode Lebaran 2026 diprediksi tumbuh sekitar 10 persen hingga 15 persen.

Pertumbuhan ini berpotensi mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional ke kisaran 5,4 persen hingga 5,5 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

Melihat kuatnya konsumsi pada periode tersebut, pemerintah menilai aktivitas ekonomi di sektor riil akan terus meningkat, termasuk melalui penguatan sisi produksi dan distribusi.

Kondisi ini diharapkan mampu mendorong kenaikan utilisasi kapasitas industri serta penyerapan tenaga kerja di beragam sektor.

“Kami optimistis dunia usaha akan mulai melakukan ekspansi. Harapannya banyak pelaku usaha yang mulai meningkatkan utilitas mesin dan tenaga kerja untuk mengisi kembali stok (restocking) produk yang terserap selama Ramadhn dan Lebaran,” ujar Jubir Haryo.

Dari sisi kebijakan, Haryo menyatakan bahwa pemerintah juga terus mempertajam anggaran agar lebih efektif dalam memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika global.

“Terkait efisiensi, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan intens. Namun, target pemerintah bukan sekedar menghemat tetapi menajamkan anggaran agar tersalurkan secara efektif," kata Haryo.

Pemerintah, menurut Haryo, memastikan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) akan tetap berfungsi sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah merasa optimistis bahwa momentum mudik Lebaran 2026, yang didukung oleh konsumsi masyarakat yang kuat serta respons dunia usaha, akan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil dan berkelanjutan.

Terkini