JAKARTA – Jeffrey Edward Epstein kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis berkas-berkas yang dikenal sebagai "Epstein Files".
Terdapat beberapa fakta mengejutkan mengenai sosok mendiang terpidana kejahatan seksual ini.
Epstein lahir pada 20 Januari 1953 dan wafat di penjara AS pada 10 Agustus 2019 ketika sedang menunggu persidangan kasus perdagangan manusia dan kejahatan seksual.
Beberapa tahun pascakematiannya, perilisan "Epstein Files" mengungkap jaringan kemitraan global yang luas, melibatkan para pemimpin dunia, selebritas, hingga badan intelijen.
Dokumen tersebut, yang terdiri dari jutaan halaman serta ribuan foto dan video, menunjukkan sejumlah tokoh dunia dalam situasi tidak pantas dengan anak di bawah umur.
Nama-nama seperti mantan Pangeran Inggris Andrew, mantan Presiden Bill Clinton, hingga miliarder Bill Gates muncul dalam catatan properti milik Epstein.
5 Fakta Jeffrey Epstein yang Menggemparkan
1. Menjadi Guru Matematika Tanpa Ijazah Sarjana
Lahir di Brooklyn dari keluarga kelas menengah, Epstein memiliki kecerdasan akademis sejak muda. Ia pernah menempuh pendidikan di Cooper Union dan NYU Courant Institute, namun tidak menyelesaikan gelar sarjananya.
Meski tanpa kualifikasi pedagogis formal, pada usia 21 tahun di tahun 1974, ia bekerja sebagai guru fisika dan matematika di Dalton School, sekolah elite di Manhattan. Hal ini dianggap tidak lazim bagi seseorang tanpa gelar akademik.
Karier singkatnya di dunia pendidikan ini membantunya masuk ke jaringan sosial tertentu yang membentuk masa depannya.
2. Transisi ke Dunia Keuangan dan Jaringan Elite
Epstein kemudian beralih ke sektor keuangan dengan bekerja di Bear Stearns sebelum mendirikan firmanya sendiri, J. Epstein & Co. Hubungannya dengan taipan ritel Leslie Wexner menjadi kunci keberhasilannya di elite finansial.
Wexner memercayakan aset besarnya kepada Epstein, yang kemudian digunakan untuk membangun gaya hidup mewah, termasuk jet dan pulau pribadi. Ia pun berhasil menjalin relasi luas dengan politikus hingga akademisi.
3. Kejahatan Seksual Sistematis
Kariernya hancur saat penyelidikan kriminal dimulai di Florida pada 2005. Polisi mengidentifikasi puluhan gadis di bawah umur sebagai korban pelecehan seksual oleh Epstein dan jaringannya.
Meski kasusnya serius, pada 2008 ia mendapatkan kesepakatan hukum kontroversial yang hanya memberinya hukuman ringan, yang memicu kritik terhadap sistem hukum AS atas impunitas elite.
4. Kematian yang Memicu Teori Konspirasi
Epstein ditemukan tewas pada 10 Agustus 2019 di penjara federal New York saat menunggu persidangan. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri dengan cara gantung diri.
Namun, kejadian ini memicu teori konspirasi yang kuat, mulai dari dugaan pembunuhan hingga isu adanya "daftar klien" orang berpengaruh yang terlibat.
5. Dugaan Sebagai Agen Mossad
Salah satu teori paling kontroversial menyebutkan bahwa Epstein merupakan agen intelijen Mossad yang menjalankan operasi "honeypot" untuk memeras tokoh global.
Jurnalis Tucker Carlson pada tahun 2025 secara retoris mempertanyakan kemungkinan Epstein bekerja demi Mossad untuk operasi kompromat.
Mantan intelijen Israel, Ari Ben-Menashe, juga mengklaim keterlibatan Epstein dengan intelijen, meski klaim ini tidak didukung bukti independen.
Sebaliknya, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membantah keras hal tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah, sementara pakar hukum Alan Dershowitz menegaskan tidak ada bukti kredibel yang mendukung isu tersebut.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News