JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan di industri pinjaman daring atau peer-to-peer (P2P) fintech lending tercatat Rp100,69 triliun per Februari 2026.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman, terjadi peningkatan 25,75% secara year-on-year (yoy).
Data kredit fintech P2P lending pada bulan sebelumnya tercatat masih Rp98,54 triliun. Secara tren, masih terjadi pertumbuhan positif di mana capaian bulan Desember tahun lalu berada di angka Rp96,62 triliun.
Rasio kredit Wanprestasi 90 hari (TWP90), lanjut Agusman, ada pada level 4,54% hingga Februari.
Angka ini juga mencatat tren kenaikan di mana pada Januari ada pada kisaran level 4,38% dan 4,32% di Desember 2025. Data secara yoy TWP90 industri pinjaman daring masih di kisaran 2,78%.
Performa Industri Keuangan Lainnya
Masih dalam paparan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), yang dikutip pada Senin (6/4/2026), realisasi outstanding piutang per Februari pada industri multifinance telah tembus Rp512,14 triliun atau naik 1,01% secara yoy.
Posisi bulan Januari masih ada di kisaran Rp508,27 triliun.
Industri modal ventura juga tercatat telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp16,46 triliun pada bulan kedua 2026, atau dibandingkan dengan Januari terjadi kenaikan sekitar Rp510 miliar. Sementara nilai aset industri ventura tercatat Rp27,63 triliun.
Capaian penyaluran layanan pergadaian yang direkam OJK mencatatkan angka Rp152,4 triliun, naik signifikan dibandingkan dengan posisi Januari di Rp143,14 triliun.
Nilai aset industri pergadaian juga melonjak dari Rp171,07 triliun di Januari menjadi Rp182,71 triliun hingga akhir Februari.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News