Terkait Virus Corona, Asuransi Minta Pemerintah Tanggung Klaim Pasien

Sejumlah petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD

Pemerintah diminta untuk menanggung klaim pasien virus corona apabila penyebarannya di Indonesia meluas. Hal itu disampaikan oleh industri asuransi nasional. Kendati belum dikategorikan force majeure atau pandemik, tetapi terdapat kekhawatiran penyebaran meluas lantaran dua pasien positif di RS Sulianti Saroso.

"Walau belum epidemi kan penularannya terbukti cepat, ini bisa menular ke banyak orang bisa makin berabe situasinya. Sebaiknya ditanggung pemerintah, seperti suspect yang dikarantina di Natuna dan Sebaru," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, Senin (2/3/2020), dilansir dari CNN Indonesia.

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, Albertus Wiroyo Karsono sebelumnya mengatakan bahwa virus corona bukanlah pandemik, yang artinya asuransi yang menawarkan perlindungan kesehatan harus menanggung klaim apabila nasabah terinfeksi. Diterangkannya, pandemik adalah bagian dari force majeure. Di samping pandemik, perang pun dikategorikan sebagai force majeure.

"Jika force majeure, tidak ditanggung. Tapi, virus ini belum ditetapkan pandemik, masih dianggap penyakit pada umumnya, dan di-cover ya (dijamin) asuransi," katanya, Jumat (28/2/2020) lalu.

Ia menambahkan, penyakit covid-19 masih dianggap wabah. Adapun virus Corona ini sudah merenggut lebih dari 3.006 nyawa hingga saat ini dan menginfeksi lebih dari 88.000 orang di dunia. Disampaikan Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo meski bukan pandemik, tidak semua perusahaan asuransi menjamin klaim virus corona. Baru beberapa perusahaan asuransi saja saat ini, imbuhnya, yang mendeklarasikan perlindungan virus yang mewabah dari Wuhan, Hubei, China tersebut.

Di sisi lain, ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAU), Dody Dalimunthe bahwa sejauh ini belum ada laporan dari anggotanya yang menerima klaim asuransi terkait virus corona. Meski begitu, ia menerangkan bahwa seluruh klausul perjanjian berbeda bergantung masing-masing perusahaan asuransi dengan nasabah.

"Jadi, saya tidak tahu, tidak bisa bilang. Mesti satu-satu perusahaan asuransi dicek, ya," tuturnya.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar