Tapai Ternyata Punya Mitos, Kamu Percaya yang Mana?

sumber : Fimela
Loading...

Sudah pernah memakan tapai? Panganan yang dibuat melalui fermentasi ragi dan jamur scharomyce cerivissiae ini memang tergolong makanan tradisional. Tapi jangan salah, tapai kini dapat diolah menjadi camilan enak nan kekinian.

Di samping kelezatannya, tapai ternyata memiliki banyak mitos dalam proses pembuatannya, lho. Tingkat emosional atau psikis seseorang konon dapat mempengaruhi rasa dari tapai yang dibuat, Jadi, bukan sembarang orang dapat membuat atau menghasilkan tapai yang lezat dan nikmat.

Mitos satu: Si pembuat tidak boleh dalam keadaan marah, jengkel, sedih ataupun keadaan negative lainnya. Hal tersebut katanya dapat membuat tapai kurang manis atau menjadi sangat asam. Emosi negative tersebut juga mempengaruhi bentuk tapai sehingga menjadi keras, bahkan gagal dan kembali ke bentuk sebelumnya.

Mitos dua: si pembuat tapai tidak boleh dalam keadaan masa menstruasi. Jika dalam masa tersebyt, si pembuat dilarang untuk mencampur adonan tapai ketan tersebut dengan air perasan daun katuk. Mereka boleh membantu dalam hal packing tetapi tidak boleh membantu dalam mencampur dua bahan tersebut.

Jika orang dalam masa mentruasi melakukan proses pencampuran adonan, warna tapai akan berubah menjadi warna merah.
Hal tersebut dipercaya dapat membuat warna dari tapai ketan tersebut dapat berubah menjadi warna merah. Para orang tua sangat percaya mitos tersebut. Beberapa juga mengaku pernah mencoba membuktikan mitos dan terbukti. Tapi, sebagian juga mengatakan bahwa itu hanya mitos. Sebab, hasil dari tapai yang baik tergantung pada kehigienisan saat pembuatan.

Jadi untuk percaya atau tidaknya itu bergantung pada anda.



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar