Ngobrol Epik

Sedikit Tips untuk Kamu yang Sedang LDR

sumber : Thir.st

Adakah kebahagian menjalankan Long Distance Relationship (LDR)? Pertanyaan yang akan silih berganti ditanyakan orang-orang (yang sama) setiap kali berjumpa.
 

Menjalankan LDR itu menyedihkan. Bayangkan bagaimana saat harus terlibat perbincangan dengan orang lain yang disisipi dengan tertawa ngakak. Bukan, bukan karena cerita lucu atau postingan video lucu yang sedang viral, melainkan karena tak bisa menjawab “emang yakin dia di sana bakal setia?

Pertanyaan yang akan diakhiri dengan – masih aja percaya dengan laki-laki.

Kalau dia di sana lagi jalan sama yang lain, gimana? Hahahaha.

Cemooh demi cemooh jatuh di wajahku setiap hari. Sedihnya, bukan hanya teman kantor yang menjadikan LDR sebagai bahan ejekan. Teman dekat pun turut mengejekku, melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku gelisah. Dan salah satu pertanyaan paling mendalam yang aku dapat adalah “Kalau tiba-tiba dia menikah dengan yang lain di sana bagaimana?” 

Pertanyaan itu, terang saja menggangguku, mereka tertawa, semua orang mentertawakanku, dan aku berusaha merespon sewajarnya, sesantai-santainya. Aku merasa ingin marah, tapi ya sia-sia saja. Jantungku berdegup lebih cepat, rasanya ingin menangis sejadi-jadinya, tapi buat apa? Malah memancing cemoohan berikutnya, dan – pastinya – membuat mereka merasa menang dan semakin bahagia.

Akhirnya, aku berlagak santai – menangkis semua cemoohan lalu pura-pura ikut tertawa menikmati perbincangan. Menyembunyikan apa yang sebenarnya aku rasakan, dan pikirkan. Aku mencoba menerima pertanyaan yang sama sekali tidak ramah di telingaku.

Keadaan kemudian kembali normal. Tapi pertanyaan itu masih mendengung di kepala. Mereka menganggap aku tak punya masalah atas pertanyaan “bercanda” itu. Lalu, tiap kali bertemu, mereka senantiasa mengulang pertanyaan sama – atau pertanyaan lain tapi dengan maksud yang sama.

Gimana? Masih betah LDRan?”
“Gak mau cari yang di sini aja?”
“Cari yang di sini juga dong, biar enak ke mana-mana”
“Kamu yakin dia gak ngapa-ngapain di sana?hahaha”

Gak mudah, gak akan pernah mudah beradaptasi dan mengubah diri menjadi seseorang yang lebih kuat. Sebab, begitu seringnya menerima pertanyaan tersebut, kepalaku jadi mudah berprasangka terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Untungnya, aku lebih kuat dari prasangkaku. Aku juga punya pacar yang mampu meredam kebisingan dalam kepalaku. Dia seringkali jadi mantra ajaib yang menenangkanku. Katanya: “Hubungan kita ini bukan sebuah harapan, tapi kepastian. Lalu, untuk apa mengkhawatirkan yang bukan-bukan?” 

Aku lalu berharap keadaan memang akan terus baik-baik saja. Aku yakin aku akan terbiasa. Aku harus siap dengan pertanyaan lain yang pasti akan selalu ada. Lalu bagaimana caranya agar mereka semua kapok dan berhenti bertanya?

Tidak ada. Hanya saja, ada sedikit cara yang bisa kita lakukan ketika menghadapi serangan pertanyaan dari mereka yang belum mengerti indahnya menjalankan LDR. Mungkin hanya cara nomer 3 yang belum aku coba:


Satu : Bales dengan Pertanyaan yang Sama
Diserang pertanyaan setiap hari gak enak. Kamu sesekali harus mencoba menutup mulut teman-temanmu. Jika mereka bertanya tentang kesetiaan sang pacar yang jauh di sana, timpalin dengan pertanyaan “Lah, emang cowokmu yang di sini sudah terjamin kesetiaannya? Coba cek dulu.

Karena menurutku, kesetiaan gak punya hubungan dengan jarak: dekat ataupun jauh. Kesetiaan dibentuk dengan komitmen satu sama lain. Percaya dan menjaga kepercayaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Selebihnya, serahkan sama Tuhan.

Dua : Berikan Jawaban Ekstrim
Jika temanmu terus saja mengganggu dengan pertanyaan yang kira-kira dapat merugikan hubunganmu dengan pacar, kasih jawaban esktrim. Ketika temanmu bertanya apa enaknya pacaran LDR, jawab aja: “Enaklah, gak bikin hamil.

Tiga : Tutup Mulut Mereka dengan Undangann Pernikahan
Namanya manusia, selagi kita masih di posisi yang sama – yang masih begitu-begitu saja, cemoohan akan terus datang dengan bentuk yang sama. Jadi, persiapkan rencana pernikahan dengan pasangan diam-diam. Suatu hari, ketika pertanyaan itu hadir lagi “Masih betah aja LDRan, yakin amat dia gak selingkuh?” Nah, lempar ke wajah mereka undangan pernikahan kamu dan pacar. Terus kasih dia pertanyaan “Kapan nikah?

Ya, begitulah sedikit cara yang bisa aku berikan untuk kalian pejuang LDR. Saranku, jauh atau dekat bukan ukuran keberhasilan sebuah hubungan. Yang pasti, jangan biarkan pertanyaan-pertanyaan itu berkembang biak dalam kepalamu – dan mengganggu hubunganmu dengan pacar.

Kita, yang sedang LDR, akan selalu baik-baik saja. Itu pasti. 

 

oleh : Fatma Kumala



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar