Sebelum Pengumuman Resmi Imigrasi, KPK Akui Sudah Tahu Harun Ada di Indonesia

Gedung KPK. (Foto: tirto.id/Selfie Miftahul)

Sebelum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) secara resmi mengumumkan bahwa Harun Masiku sudah kembali dari Singapura pada tanggal 7 Januari 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah mengetahui keberadaan sang politikus PDI Perjuangan itu. Dilansir dari CNNIndonesia.com, menurut Pelaksanatugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri pihaknya tidak menjadikan Ditjen Imigrasi sebagai satu-satunya sumber informasi.  Disampaikannya, atas dasar itulah KPK mengirimkan surat pencegahan terhadap Harun pada 13 Januari 2020.

"Dengan demikian per tanggal 13 Januari 2020 keberadaan HAR (Harun Masiku) dipastikan tidak mungkin pergi ke luar negeri karena telah dilakukan pencegahan," ucapnya, Rabu (22/1/2020) malam.

Informasi soal Harun kembali ke Indonesia sejak 7 Januari, sambungnya, baru sekali saja disampaikan Imigrasi.

"Hari ini," tuturnya.

Ia menambahkan, walaupun sudah tahu informasi kepulangan Harun, tetapi lembaganya belum mengetahui lokasi tepat keberadaan tersangka dugaan suap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan tersebut. Oleh sebab itu, KPK meminta bantuan Polri untuk mencari dan menangkap Harun.

"Informasi yang kemudian ditindaklanjuti adalah Polri yang tentunya jaringan di daerah sangat luas, kemudian melakukan pencarian yang antara lain dilakukan pencarian di tempat tinggalnya di Gowa dan ternyata di sana belum menghasilkan atau belum mengetahui adanya keberadaan tersangka HAR ini," jelasnya.

Sementara itu, ditanyakan soal adanya hambatan atau perintangan proses penyidikan dari pihak Imigrasi, ia tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Demikian halnya terkait kemungkinan melakukan pemeriksaan terhadap Dirjen Imigrasi Ronny Sompie. Dijelaskannya, KPK terlebih dulu menunggu hasil pendalaman Imigrasi mengenai delay time data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta tempat Harun melintas.

"Apakah nanti kemudian di sana ada unsur kesengajaan atau unsur yang lalai ataupun yang lainnya, tentunya perlu pendalaman dulu ke sana. Kami tidak serta merta kemudian harus. Ini bukan masalah bohong-dibohongi. Kami punya kerja sama yang baik dengan Imigrasi," tutupnya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie mengakui bahwa tersangka kasus dugaan suap penetapan PAW Anggota DPR 2019-2024, Harun Masiku, sudah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020. Adapun Harun tiba di Jakarta setelah sehari sebelumnya pergi ke Singapura.

"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," ucapnya, Rabu (22/1/2020).

Terkait itu, ia pun memerintahkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasian Ditjen Imigrasi untuk mendalami delay time data perlintasan di Terminal 2 F Bandara tersebut.

"Hasil pendalaman akan segera dilaporkan kepada saya," tuturnya.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar