JAKARTA – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sedang mendalami peluang kemitraan bersama komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lewat asistensi Kementerian UMKM, demi memacu kenaikan penyaluran dana yang aman serta terukur risikonya.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar menyebutkan bahwa peran pemerintah, terutama Kementerian UMKM, sangat diperlukan supaya penyaluran modal ke UMKM dapat tumbuh dengan risiko yang tetap terkendali.
Terkait hal itu, AFPI sekarang sedang menjalin dialog bersama Kementerian UMKM guna membicarakan prospek sinergi tersebut.
“Kami sedang menjajaki untuk kolaborasi dengan komunitas UMKM dengan pengawalan dari kementrian UMKM,” ungkap Entjik, dikutip pada Kamis (15/1/2026).
Entjik memaparkan, salah satu poin utama dari rencana kemitraan ini adalah guna mendistribusikan edukasi mengenai pinjaman daring (pindar) secara lebih luas kepada para pengusaha UMKM.
Hal ini karena masih banyak warga yang terjerat oleh skema pinjaman online ilegal karena kurangnya literasi.
“Agar Informasi tentang pindar bisa sampai ke kalangan masyarakat UMKM, karena selama ini masyarakat banyak terjebak pada pinjaman online ilegal,” tuturnya.
Entjik menekankan, sektor pindar konsisten berusaha meningkatkan penyaluran dana produktif lewat kerja sama dengan kelompok UMKM dan sinergi bersama Kementerian UMKM.
“Kami masih optimistis tahun 2026 ini portofolio untuk pembiayaan produktif, khususnya Ultra Mikro dan UMKM bisa naik,” ucap pria yang juga menjabat sebagai CEO DanaRupiah tersebut.
Entjik menyambung, penyaluran modal UMKM lewat industri pindar sejauh ini menyentuh beragam bidang bisnis, walaupun saat ini porsinya lebih dominan pada industri kecil skala rumah tangga.
Di sisi lain, Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik mengonfirmasi bahwa interaksi dengan AFPI mengenai agenda kolaborasi itu sudah berlangsung.
Riza menganggap ada peluang yang sangat terbuka bagi institusi keuangan untuk memperlebar jangkauan serta menyajikan fleksibilitas pendanaan bagi UMKM.
“Saya kira kami juga dapat mendorong atau perlu mendorong perkembangan hari ini dengan fintech. Fintech yang terus bertumbuh. Ini salah satu strategi untuk menjangkau dan memberikan ruang yang lebih inklusif terhadap pembiayaan kita kepada UMKM,” ucapnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News