Perkuat Ekonomi, Wamendag Dorong Peningkatan Status Perjanjian Dagang RI-Pakistan

Perkuat Ekonomi, Wamendag Dorong Peningkatan Status Perjanjian Dagang RI-Pakistan
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. [Foto: ANTARA/Dokumentasi pribadi]

JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengadakan pertemuan dengan Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, yang juga menjabat sebagai Anggota Majelis Nasional (MNA).

Agenda tersebut merupakan langkah lanjutan dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8-9 Desember tahun lalu, dengan fokus utama memperkokoh dan memperlebar kerja sama ekonomi antar kedua negara.

Dyah Roro mendorong adanya kerja sama lanjutan guna memperluas perjanjian perdagangan lewat peningkatan status dari IP-PTA menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027.

Hal tersebut ditujukan untuk membuka berbagai peluang baru dalam peningkatan sektor perdagangan serta investasi di Indonesia.

"Saya harap peningkatan kerja sama dari IP-PTA menuju CEPA akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha serta membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Pakistan," ujar Wamendag Roro Esti dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (17/1/2026).

Dyah Roro memaparkan bahwa Indonesia dan Pakistan mempunyai banyak kesamaan nilai, terutama dalam memperjuangkan pembangunan yang adil, inklusif, serta berfokus pada kesejahteraan warga.

Hal ini dipandang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi kedua belah pihak.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat kedua negara," ujarnya.

Dyah pun turut memberikan sorotan pada peluang penguatan sinergi ekonomi, termasuk pada sektor produksi minyak nabati (edible oil), investasi, hingga pengembangan rantai nilai serta ketahanan pangan.

"Kami melihat adanya potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua negara, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mencapai kesepakatan untuk terus memperkokoh hubungan bilateral lewat dialog yang berkesinambungan serta kerja sama nyata, khususnya pada bidang perdagangan, pembangunan yang berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index