Perbedaan Kas Kecil dan Kas Besar 

Adapun perbedaan kas kecil dan kas besar yang utama adalah jumlah dana yang terlibat. Uang simpanan kecil mengacu pada jumlah dana yang relatif terbatas dan biasanya digunakan untuk transaksi sehari-hari perusahaan, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, atau biaya operasional harian.

perbedaan kas kecil dan kas besar
Ilustrasi perbedaan kas kecil dan kas besar. Gambar: Canva Pro

KAWULA ID – Dalam dunia bisnis, pengelolaan keuangan adalah salah satu faktor kunci yang memengaruhi kesuksesan perusahaan. Bagian penting dari pengelolaan keuangan adalah mengatur dana perusahaan, yang dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu kas kecil dan kas besar dan memiliki perbedaan di antaranya.

Adapun perbedaan kas kecil dan kas besar yang utama adalah jumlah dana yang terlibat. Uang simpanan kecil mengacu pada jumlah dana yang relatif terbatas dan biasanya digunakan untuk transaksi sehari-hari perusahaan, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, atau biaya operasional harian. Sebaliknya, kas besar mencakup jumlah dana yang jauh lebih besar, yang sering digunakan untuk investasi besar, ekspansi bisnis, atau mengatasi situasi keuangan yang luar biasa.

Kas umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari perusahaan. Ini termasuk pembayaran rutin, pengadaan persediaan, dan biaya-biaya yang berkaitan dengan operasi harian. Selain itu, juga digunakan untuk menjaga kelancaran operasi dan memastikan bahwa bisnis dapat berjalan tanpa hambatan.

Kas besar seringkali digunakan untuk tujuan jangka panjang. Ini dapat digunakan untuk akuisisi aset besar, ekspansi geografis, penelitian dan pengembangan produk baru, atau membayar hutang besar. Kas besar memungkinkan perusahaan untuk mengambil langkah besar dalam mengembangkan bisnisnya. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut uraiannya secara lengkap. 

1. Sumber Dana

Sumber dana untuk kas kecil biasanya berasal dari pendapatan operasional perusahaan, pinjaman jangka pendek, atau kredit yang diberikan oleh pemasok. Ini adalah dana yang tersedia secara rutin dan digunakan secara teratur untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.

Kas besar, di sisi lain, dapat berasal dari berbagai sumber yang lebih beragam. Ini termasuk pendapatan besar dari penjualan aset, pinjaman jangka panjang, modal ventura, atau bahkan dana yang diperoleh melalui perolehan bisnis lain. Sumber dana ini biasanya terkait dengan tujuan bisnis besar yang ingin dicapai.

2. Manajemen Risiko

Perbedaan kas kecil dan kas besar selanjutnya adalah soal manajemen risiko. Manajemen risiko berbeda antara kas kecil dan kas besar. Kas kecil cenderung memiliki risiko lebih rendah karena dana tersebut digunakan untuk tujuan operasional sehari-hari yang telah dihitung secara cermat. Risiko di sini lebih terkendali dan dapat diprediksi.

Kas besar, di sisi lain, dapat membawa risiko yang lebih tinggi. Investasi besar, seperti akuisisi atau ekspansi, selalu melibatkan ketidakpastian, dan hasilnya mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, manajemen risiko sangat penting dalam pengelolaan kas besar.

3. Pengelolaan Investasi

Perbedaan kas kecil dan kas besar berikutnya adalah, kas besar sering kali memerlukan manajemen investasi yang lebih cermat. Ini mungkin melibatkan penilaian risiko, alokasi aset, dan strategi investasi yang lebih kompleks. Pengelolaan investasi yang baik dapat membantu perusahaan menghasilkan pengembalian yang optimal dari dana kas besarnya.

Perbedaan kas kecil dan kas besar mencakup jumlah dana, tujuan penggunaan, sumber dana, manajemen risiko, dan pengelolaan investasi. Setiap jenis kas memiliki peran dan tantangan masing-masing dalam pengelolaan keuangan bisnis. Penting bagi perusahaan untuk memahami perbedaan ini dan mengelola kedua jenis kas dengan bijaksana untuk mencapai kesuksesan finansial jangka pendek dan panjang.

Tips Mengatur Kas Kecil dan Kas Besar dalam Bisnis

Mengatur kas kecil dan kas besar dalam bisnis adalah tugas yang penting untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola kedua jenis kas ini dengan baik.

Mengatur Kas Kecil

  1. Buat anggaran yang rinci untuk mengelola uang kas, dengan menentukan pengeluaran yang diperlukan untuk operasi harian, seperti gaji karyawan, persediaan, dan biaya operasional lainnya.
  2. Pantau pengeluaran secara teratur, dan periksa apakah pengeluaran sesuai dengan anggaran yang telah dibuat. Jika ada pengeluaran yang tidak perlu, pertimbangkan untuk menguranginya.
  3. Tetapkan dana darurat yang dapat digunakan untuk mengatasi situasi darurat atau ketidakpastian, seperti perbaikan mendesak atau penurunan pendapatan tiba-tiba.
  4. Pertimbangkan untuk mengimplementasikan kontrol internal yang membatasi akses terhadap kas kecil, yang dapat membantu mencegah penyalahgunaan dana perusahaan.
  5. Gunakan perangkat lunak atau aplikasi keuangan untuk mencatat transaksi dan memonitornya, hal ini dapat membantu menghindari kesalahan manusia dalam pencatatan keuangan.

Mengatur Kas Besar

  1. Rencanakan penggunaan kas besar dengan baik, dengan mengidentifikasi proyek-proyek besar yang memerlukan investasi dan buat perencanaan jangka panjang yang mencakup tujuan, anggaran, dan sumber dana.
  2. Jika memiliki jumlah kas besar yang signifikan, pertimbangkan untuk mendiversifikasi investasi, hal ini dapat membantu meningkatkan potensi pengembalian dan mengurangi risiko.
  3. Evaluasi dengan cermat risiko yang terkait dengan penggunaan kas besar, caranya dengan mengidentifikasi potensi risiko dan cari strategi untuk menguranginya atau menghadapinya.
  4. Jika tidak yakin bagaimana mengelola kas besar, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang ahli keuangan atau konsultan, mereka dapat membantu membuat rencana yang sesuai dengan situasi bisnis.
  5. Terus-menerus evaluasi pengembalian investasi yang diperoleh dari penggunaan kas besar, serta pastikan bahwa investasi tersebut menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
  6. Selalu pertimbangkan kebutuhan perusahaan ketika mengambil keputusan tentang penggunaan kas besar, dan jangan sampai pengeluaran besar mengancam stabilitas keuangan bisnis.

Mengatur Arus Kas secara Keseluruhan

  1. Pertimbangkan untuk memiliki rekening bank yang terpisah untuk pengelolaan keuangan ini. Hal itu berguna  membantu dalam melacak dan mengelola keduanya secara lebih efektif.
  2. Lakukan audit internal secara rutin untuk memastikan bahwa dana di kedua jenis simpanan tersebut tidak mengalami kehilangan atau penyalahgunaan.
  3. Pastikan memiliki kendali yang kuat terhadap dana perusahaan, termasuk mengatur tanda tangan dan persetujuan yang tepat.

Pada akhirnya, pastikan bahwa penggunaan dana, baik kecil maupun besar, mendukung tujuan bisnis. Pastikan setiap pengeluaran atau investasi memiliki alasan yang kuat dan berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan.

Mengelola uang kas dengan bijak adalah kunci untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan. Dengan perencanaan yang baik, pengawasan yang ketat, dan evaluasi berkala, maka dapat mengoptimalkan penggunaan dana untuk mencapai kesuksesan bisnis.


Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Penulis: Reky ArfalEditor: Anju Mahendra