Ngobrol Epik

Mencoba Smart Layaknya Anies Baswedan

sumber : Asumsi.co

Salam kenal, Pak Anies Baswedan. Saya pendatang baru di Jakarta. Semangat terus untuk membenahi dan memperindah Jakarta, ya. Saya tahu Bapak cuma terlalu smart buat netizen.

Dear, Pak Anies..
Hari ini saya mengirim doa semoga Bapak sehat selalu. Saya juga kirimkan semangat untuk Bapak yang gelarnya ada 3 – seorang akademisi pendidikan Indonesia. Semangat terus, Pak. Biarkan saja netizen yang gak tau apa-apa itu heboh dan cuma bisa bacot saja. Ya gimana yaa, mereka itu kurang pintar menyikapi Jakarta yang kian semraut.

Saya sendiri gak mendapati sesuatu yang salah dari pemberitaan di media yang sedang banyak dibicarakan orang-orang. Kira-kira beritanya begini:

Atap Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dicopot atas perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies memerintahkan pencopotan atap JPO di antara Indofood Tower dan Menara Astra itu dalam rapat pimpinan (rapim) penataan pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Thamrin-Sudirman dan pusat kuliner Thamrin 10 pada 23 Oktober 2019. 
 

Video rapim itu diunggah ke akun YouTube Pemprov DKI Jakarta pada 30 Oktober 2019. "Di sini kan ada JPO, atapnya dicopot, jadi tanpa atap, tidak usah pakai atap," ujar Anies saat memberikan arahan dalam rapim tersebut.
Anies memerintahkan atap JPO dicopot karena JPO itu hanya menghubungkan antar-trotoar (tempat outdoor) atau tidak menyambungkan halte Transjakarta. Dengan dicopotnya atap jembatan, kata Anies, JPO Sudirman akan menjadi lokasi yang bagus untuk berfoto. 

 

"Apa yang terjadi nanti kalau dibuka? Itu tempat selfie paling sering Pak nanti, karena pemandangan gedung di malam hari bagus sekali, sore, siang. Jadi atapnya copot, itu langsung jadi space terbuka," kata dia.


Dari berita yang ditulis Kompas.com tersebut, tak terlihat ada yang aneh dan salah. Seharusnya ya aman-aman saja. Lah, kan Pak Anies mau mengajak orang-orang untuk foto di atas JPO. Melihat keindahan Kota Jakarta: gedung-gedung indah di kawasan Sudirman menjadi latar belakang untuk foto. Sungguh tempat foto yang begitu estetik. Kita tahu, sekarang ini zamannya orang-orang suka berswafoto alias selfie? Nah, Pak Anies menyediakan spot-spot yang instagramable. Pandangan kita aja yang masih keliru soal Pak Anies. Atau emang kitanya yang ketinggalan zaman.

Konsep yang didesain Pak Anies sangat kreatif dan kekinian banget, dari memenuhi gaya hidup eksis: selebgram, dan saya yang emang doyan moto terus dikasih sisipan kalimat-kalimat puitis. Apalagi waktu senja tiba. Momen favorit deh: Kopi, Senja dan (jangan) Hujan. Bisa jadi, ide Pak Anies ini jadi menyebalkan ketika mengubah fungsional JPO secara tiba-tiba. Padahal orang-orang sudah terbiasa menggunakan JPO selain  sebagai penyebrangan juga melindungi: dari panas, dari hujan. Untuk memahami ide bagus ini, kamu perlu banyak jalan-jalan ke luar negeri – di mana banyak spot-spot foto berlatar gedung-gedung tinggi.

Ada yang berkomentar kalau nanti sedang melewati JPO terus tiba-tiba hujan, kan susah. Bisa basah kuyub, atau kepleset karena lari-lari mencari tempat berteduh. Ada juga yang nyinyir, semenjak JPO tidak ada atapnya, matahari seperti di atas kepala, terik sekali. Aduh, gini ya, Pak Anies itu pemimpin Jakarta dan sudah banyak prestasinya. Salah satu prestasi Pak Anies yang telah diberitakan adalah Penataan di Bidang Transportasi. Apakah yang berkomentar sudah ada prestasi dan diberitakan? 

Lalu ada yang berkomentar: “ Ya kalau begini harusnya ditata saja sudah, diganti lagi atapnya jadi atap baru yang transparan misalnya. Kan bisa liat pemandangan tanpa perlu dibuka, kan panas”

Duh, kan gak ada yang menyarankan lewat JPO siang-siang panas terik. Pak Anies cuma memberikan ruang untuk kita bisa berswafoto dan menikmati indahnya Jakarta dari atas JPO. Orang berusaha menyediakan tempat bagus kok ya disudutkan melulu. Perlu hati yang lapang untuk memahami yang tersirat dari tersurat. Ya, Sheila on 7 selalu ngajarin kita: “Kau harus bisa bisa berlapang dada. Kau harus bisa bisa ambil hikmahnya”.

Lagian, berkat dibukanya atap JPO, kali aja ada sumber pendapatan baru: ojek payung JPO. Kan lumayan membantu yang membutuhkan pekerjaan.

Saya support Pak Anies. Siapa tahu nanti ada penulis-penulis baru yang lahir karena menuliskan senja-senja di atas JPO Jakarta.

 

oleh : Fatma Kumala



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar