Masih Wacana, PNS Boleh Kerja dari Rumah Layaknya Pegawai Starup


kawula.id - Keistimewaan yang didapat PNS akan semakin bertambah. Rencananya mereka bisa bekerja hanya dari rumah tanpa perlu datang ke kantor. 

Dilansir suara.com, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mewacanakan kebijakan baru, yakni PNS boleh bekerja dari rumah layaknya pegawai start up.

Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan wacana ini masih dalam proses rancangan dan belum diketahui kapan agar diterapkan.

“Nanti akan bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur aturannya kayak bagaimana,” kata Setiawan saat Forum Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Senayan, Jakarta.

Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan wacana ini masih dalam proses rancangan dan belum diketahui kapan agar diterapkan.

“Nanti akan bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur aturannya kayak bagaimana,” kata Setiawan saat Forum Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Senayan, Jakarta.

Dengan cara ini, kata Setiawan kedepannya PNS bisa memiliki fleksibilitas kerja. Hal ini terkait salah satu indikator birokrasi yang ditetapkan pihaknya.

Setiawan lantas memaparkan data Global Talent Competitiveness Index di tahun 2018, Indonesia masih berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Adapun skor terkecil yang didapat ada pada poin global knowledge skills, terutama penguasaan IT.

Maka dari itu, sejak 2014, rekrutmen CPNS sudah dilakukan dengan sistem IT. Selain untuk efisiensi, rekrutmen dengan memanfaatkan teknologi ini memiliki tujuan agar CPNS yang direkrut sudah memahami IT. Diharapkan hal ini bisa diaplikasikan saat bekerja.

“Sejak 2014-2018, jumlah rekrutmen CPNS mencapai 317.979 orang. Sejak pendaftaran mereka harus menggunakan sistem computerize. Diharapkan di 2024, PNS kita memiliki basis IT yang cukup kuat karena jumlahnya akan 50 persen dari total PNS, dengan asumsi per tahun rekrutmen 200 ribu formasi,” papar Setiawan.

Dengan pemahaman mengenai pemanfaatan IT, pihaknya pun yakin akan terjadi percepatan, efisiensi, dan akurasi pelayanan, serta berdampak sosial. Makanya, untuk posisi tertentu akan diberikan fleksibilitas kerja. 







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar