3 Kesalahan Umum Investor Pemula Bermain Saham

  • 3 min read
  • Agu 07, 2020

Berinvestasi merupakan bagian dari upaya mengalokasikan sumber daya (uang) dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan. Karena itu, banyak jenis investasi yang bisa dipilih oleh investor sesuai dengan profil risiko.

Harapan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar saat berinvestasi kerap menjadi bantu sandungan bagi investor pemula, terutama dalam menentukan jenis investasi yang dipilih.

Di Indonesia, ada sepuluh jenis invetasi yang paling populer dan menguntungkan, di antaranya:

  • Deposito berjangka
  • Emas
  • Reksa dana
  • Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN)
  • Saham
  • Peer to peer (P2P) lending
  • Properti
  • ETF
  • Berlian
  • Perak

Bagi investor yang menginginkan hasil investasi besar mungkin tertarik memilih pasar saham daripada obligasi atau deposito. Akan tetapi, investor pemula yang ingin investasi saham atau bermain saham memiliki profil risiko yang tinggi.

Definisi profil risiko adalah ukuran keinginan dan kemampuan individu dalam mengambil risiko dari investasi yang dilakukannya.

Dikutip dari laman lifepal, ada tiga jenis profil risiko yang menentukan jenis investasi mana yang cocok diambil, yaitu:

  • Konservatif, cenderung memilih investasi dengan risiko minimal dan keuntungan di atas inflasi.
  • Moderat, cenderung memilih investasi yang risikonya gak besar dengan keuntungan di atas bunga deposito.
  • Agresif, cenderung memilih investasi dengan keuntungan tinggi walaupun risikonya juga tinggi.

Dari profil risiko itulah, seseorang bisa memutuskan jenis investasi apa yang sebaiknya dipilih.

Sementara itu, bagi Anda yang ingin bermain saham, sebaiknya harus tahu juga apa itu saham. Saham adalah jenis investasi yang bersifat high risk, high profit.

Jadi, apabila Anda ingin keuntungan lebih besar dalam berinvestasi saham, maka Anda juga harus siap mempertaruhkan lebih banyak modal.

Nah, pemain pemula sebaiknya tidak tergiur dengan berbagai kisah inspiratif tentang banyak pemain saham mendapat uang ratusan juta bahkan milyaran Rupiah dari bermain saham. Pasalnya, hal ini akan mendorong keinginan untuk ikut bermain saham tanpa paham benar mengapa para investor ini bisa sukses.

Minimnya pengetahuan tentang pasar saham membuat banyak investor newbie (pemula) melakukan berbagai kesalahan sehingga berujung pada kerugian finansial. Oleh sebab itu, menjadi investor saham harus diiringi dengan pengetahuan yang mumpuni.

Memiliki pengetahuan yang cukup tentang saham, paling tidak dapat meminimalkan kondisi kerugian mengingat pergerakan harga saham cenderung volatile.

Supaya harapan untung tidak jadi buntung sebaiknya kenali tiga kesalahan umum yang kerap dilakukan investor pemula, di antaranya:

Ingin Cepat Kaya Tanpa Belajar

Kesalahan umum yang kerap ditemui pada investor pemula adalah keinginan untuk cepat kaya. Namun sayangnya tidak dibarengi dengan kemauan untuk belajar. Keinginan ini cenderung mengurangi sikap rasional, dengan asal beli saham tanpa pemikiran yang matang.

Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas Paramita Sari mengatakan, membeli saham tertentu perlu pertimbangan rasional, di dalam bahasa dunia saham disebut analisis fundamental dan teknikal. Karena itu, meluangkan waktu sejenak untuk mengenal analisis fundamental dan teknikal itu penting.

Emosional dan Mudah Terpengaruh

Kesalahan umum kedua yang kerap dilakukan oleh investor pemula adalah tingkat emosi yang cenderung tidak stabil. Hal ini membuat investor pemula cenderung kurang rasional ketika mengambil keputusan jual-beli saham.

Masih menurut Paramita, investor pemula biasanya gampang terpengaruh untuk beli saham tertentu karena perbincangan di group-group WhatsApp atau karena rekomendasi-rekomendasi orang lain.

Dari hal tersebut, tak sedikit investor pemula yang menelan mentah-mentah informasi yang didapatkan. Oleh karena itu, sebaiknya rekomendasi yang muncul sebaiknya dianggap sebagai informasi awal yang perlu dianalisis lebih lanjut.

Tidak Menggunakan Uang Dingin

Kesalahan umum ketiga yang cenderung dilakukan oleh investor pemula, menurut Paramita, yaitu tidak menggunakan uang dingin dalam investasi sahamnya. Uang dingin adalah uang yang tidak akan dipergunakan dalam waktu dekat atau uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Maka dari itu, dengan memulai investasi dari dana yang kecil terlebih dahulu akan mengurangi tingkat kekhawatiran yang berlebihan sebagai seorang pemula.

Itu tadi gambaran tentang bermain saham dan kesalahan umum yang kerap terjadi bagi investor pemula. Apa pun jenis saham yang dipilih untuk berinvestasi, sebaiknya cukupkan dulu pengetahuan Anda tentang dunia investasi, agar tak ada penyesalan di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia