Lia Angraeni: Musik adalah Medium untuk Berbagi

Lia Angraeni: Musik adalah Medium untuk Berbagi

kawula.id – Berbicara soal musik rasanya memang tak akan ada habisnya. Mungkin, bagi kita, musik adalah teman yang setia. Teman yang selalu ada saat dibutuhkan. Kita pun bisa berbagi apa saja dengan musik. Kira-kira, itu pula yang dirasakan oleh Lia Angraeni yang merupakan salah satu musisi anyar di Pekanbaru.

Bersama dua rekannya (Elot di drum & Topik di gitar), Lia membentuk band Samsara dan menjadi vokalis sekaligus synth di band yang terbentuk pada tahun 2015 ini. Saat ini, Samsara telah merilis album pertamanya dengan judul Album Pertama. 

Kawula ID berkesempatan menghubungi Lia dan melakukan tanya jawab seputar kesibukannya di bidang musik serta kesehariannya. Berikut percakapan jurnalis dengan Lia. 

Selamat siang, Lia. Apa kabar? Sebelumnya nih, sejak kapan sih punya ketertarikan dengan musik?

Loading...

Selamat siang, halo. Tentang musik, umumnya saya sama seperti yang lain sih. Tertarik dengan musik itu udah dari dulu. Sebenarnya sejak kecil saya sudah bersinggungan dengan musik. Ayah saya sendiri pemain piano atau organ. Jadi, secara gak langsung saya mulai belajar dengan melihat beliau.

Bisa dibilang kalau ayah itu influence pertama ya, haha. Terus nih, sekarang kan posisinya vokalis di Samsara ya? Itu awalnya gimana sampai bisa bentuk band? 

Nah, itu akhirnya saya beranikan diri untuk betul-betul menekuni musik. Di Samsara itu saya  learning by doing. Awalnya itu ya diajak kawan terdekat membuat album pertama. Ternyata, prosesnya itu menyenangkan. Saya menikmati banget. Banyak pengalaman baru yang saya dapat dan membuat saya makin cinta dengan musik. 

Jadi sebelum di Samsara ini belum pernah bikin proyekkan bersama, ya?

Hmm, iya, Samsara yang pertama sih..

Tujuan Lia bermusik sebenarnya apa sih?

Untuk sharing mungkin yah. Hahaha. Ada kenikmatan ketika saya dan kawan-kawan itu menyalurkan ide bersama, menyatukan apa yang kami pikirkan. Spirit kolektivitasnya itu. 

Menurut Lia nih, di Pekanbaru sendiri, gimana sih iklim musiknya? Positif apa negatif?

Sangat positif malah. Pekanbaru itu lagi produktif banget, baik secara rilisan karya maupun pertumbuhan bandnya. Apalagi sekarang ini sudah banyak kanal atau media tempat kita mempromosikan karya-karya tersebut. Tapi yang paling penting adalah para pegiatnya saling mendukung. Bukan nggak mungkin band-band lokal Pekanbaru akan dikenal lebih luas. 

Amin! Eh, kelupaan. Samsara ini main di genre apa? Ke depan bakal ada bikin album lagikah? Kasih bocoran dong!

Samsara lebih influenced genre pop sih. Ada. Lagi menggarap album kedua, mungkin tahun depan. Tapi masih rahasia! Hahaha. 

Ealah pakai rahasia! Baiklah, cukup dengan Samsara. Dengar-dengar nih Lia ini vegan ya?

Wah sekarang udah enggak lagi, tapi masih meminimalisir mengonsumsi hewan. Kejadiannya itu karena sempat drop kekurangan protein, hahaha. Sekarang saya lagi coba makan apa aja dulu, tapi untuk hewani, saya cuma makan pas jam makan siang.

Wah, sempat drop ya. Tapi kenapa sempat ingin jadi vegan?

Jadi vegan itu seru dan menyenangkan. Bawaannya ini badan jadi segar. Terutama, saya ini pecinta binatang. Jadi setiap kali selesai makan daging/hewan, selalu merasa bersalah karena merenggut nyawa makhluk lain.

Cuma, kemarin itu sempat drop karena salah mengatur porsi protein ke dalam tubuh. Tapi ya, saya bakal terus menjadi vegan. 

Terlebih lagi, vegan itu gak hanya baik untuk pribadi, tetapi lingkungan. Saya percaya banget kalau “vegan make the world better”, hahaha. 

Hahaha, baiklah. Terima kasih banyak ya, Lia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *