Kasus Penganiayaan terhadap Nenek Rubingah Berakhir Damai

Tangakapan layar video viral nenek Rubingah ditendang setelah diduga mengutil. (Foto: via Tribunnews)

Video penganiayaan terhadap seorang nenek sempat viral di media sosial. Setelah ditelusuri, nenek itu diketahui bernama Rubingah, warga dusun Kranggan 1, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY. Adapun dalam video itu, sang nenek ditendang oleh seseorang di Pasar Gendeng, Prambanan.

Video itu pun memperlihatkan bahwa tas yang dijinjing Rubingah ditendang dan kemudian ditarik oleh seorang pria. Hal itu terjadi setelah si nenek dituduh mengutil di pasar. Masker dan kain penutup kepala Rubingah pun dilepas paksa seraya ia dimintai menunjukkan KTP.

Pihak kepolisian setempat diketahui sempat menangani kasus yang menghebohkan jagat maya tersebut. Namun, menurut Kapolres Sleman, Kombes Rizky Ferdiansyah, persoalan antara Rubingah dengan pelaku berinisial N berakhir damai setelah melalui mediasi yang disaksikan banyak pihak.

"Kejadian pada tanggal 20 Januari itu semuanya sudah clear, sudah disepakati kedua belah pihak, dan saling memaafkan," katanya, Sabtu (25/1/2020), dikutip dari CNNIndonesia.

Ia menerangkan, langkah untuk tak melanjutkan kasus itu ke ranah hukum juga atas pertimbangan kemanusiaan. Ditambahkan Kepala Dusun Prenggan 1, Suharmadi, kesepakatan damai antara kedua pihak itu terjadi pada 23 Januari 2020.

"Pelaku dan pengunggah video sudah meminta maaf, sujud kepada Bu Rubingah, keluarga, dan warga kami," tuturnya.

Sejak puluhan tahun atau tepatnya setelah bercerai dan anak memilih ikut mantan suaminya di Sumatera, sambungnya, Rubingah hidup sebatang kara di rumah sangat sederhana dan tanpa aliran listrik. Adapun dalam kesehariannya, Rubingah sering pergi meninggalkan rumahnya dan menghilang beberapa hari. Makan sehari-hari diberi oleh warga, tetapi kadang-kadang ditolaknya.

"Ibu Rubingah itu kalau diajak bicara kadang nyambung, kadang juga enggak," jelasnya.

Pada 2018 lalu, anaknya pernah datang untuk menjemput sang ibu, tetapi Rubingah menolak ikut.

"Saat kami beri tahu anaknya tentang kejadian yang menimpa ibunya, dia shock dan berencana akan pulang," paparnya.

Pihaknya sendiri berencana mengikutsertakan Rubingah dalam Program JPS dari Dinas Sosial. Di sisi lain, untuk opsi Rubingah diserahkan ke Panti Sosial, diakuinya pihaknya harus berkonsultasi dengan pihak keluarga terlebih dahulu, khususnya dengan anak Rubingah yang jauh.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar