Jika Harga LPG 3 Kg Dinaikkan, Pemerintah Dinilai Berpotensi Langgar Undang-Undang

Ilustrasi: tabung elpiji 3 kg. (Foto: KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN)

Pemerintah berpotensi melanggar undang-undang (UU) apabila benar-benar mengubah mekanisme penjualan LPG 3 kilogram (kg). Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade. Ia menilai, pemerintah tidak bisa menaikkan harga secara sepihak sebab anggaran yang dialokasikan untuk LPG 3 kg ditentukan secara bersama-sama antara pemerintah dengan DPR.

"Pemerintah tidak bisa secara sepihak mengubahnya karena itu berpotensi melanggar UU," ucapnya, Rabu (22/1/2020), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Karena itu, ia pun mendesak pimpinan DPR mengirimkan surat kepada pemerintah untuk meminta pembatalan rencana pencabutan subsidi LPG 3 kg. Dalam pandangannya, beberapa wilayah di Indonesia sudah terjadi kenaikan harga LPG 3 kg sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu meski pemerintah belum mencabut subsidi tersebut saat ini.

Contohnya, kata dia, kenaikan harga LPG 3 kg telah terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kisaran harga per tabungnya kini Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

"Skema distribusi tertutup juga patut dikritisi. Tentu harus diingat pada awal migrasi minyak tanah ke gas 2004, distribusi saat itu tertutup. Saat itu pemerintah menerbitkan kartu kendali," jelasnya.

Diketahui, pemerintah berencana mengubah penyaluran subsidi LPG 3 kg dari yang saat ini dilakukan secara terbuka menjadi tertutup. Hal itu digelar mulai semester II 2020. Dengan perubahan itu, nantinya subsidi yang selama ini disalurkan dalam bentuk harga LPG murah akan diubah menjadi langsung diberikan ke masyarakat miskin.

Adapun perubahan skema penyaluran ini membuat harga LPG 3 kg akan naik sebab harga akan disesuaikan dengan pasar, seperti elpiji 12 kg. Di sisi lain, terdapat beberapa skema yang saat ini sedang digodok pemerintah untuk mengubah mekanisme penyaluran subsidi LPG 3 kg tersebut, di antaranya menggunakan kartu atau barcode yang terhubung dengan perbankan.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar