Istilah dalam Pasar Modal, Investor Pemula Wajib Tahu

Pasar modal merupakan tempat bagi perusahaan untuk memperoleh dana melalui penawaran umum saham (initial public offering/IPO) dan bagi investor untuk membeli dan menjual sekuritas sebagai sarana investasi. Pasar modal memainkan peran penting dalam memobilisasi dana dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

istilah dalam pasar modal yang wajib diketahui investor pemula

KAWULA ID – Bagi pemula yang baru memasuki dunia pasar modal, ragam istilah dalam pasar modal yang umum digunakan dalam industri ini akan terasa rumit. Pasar modal adalah pasar di mana sekuritas seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya diperdagangkan. 

Pasar modal merupakan tempat bagi perusahaan untuk memperoleh dana melalui penawaran umum saham (initial public offering/IPO) dan bagi investor untuk membeli dan menjual sekuritas sebagai sarana investasi. Pasar modal memainkan peran penting dalam memobilisasi dana dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Istilah dalam Pasar Modal untuk Investor Pemula

Jika kamu adalah seseorang yang baru terjun ke dalam dunia pasar modal, tentu banyak hal yang harus dipelajari terlebih dahulu, misalnya terkait istilah dalam pasar modal yang begitu banyak, dan terasa baru didengar. Oleh karena itu, akan kami uraikan apa saja sih istilah dalam pasar modal yang harus diketahui. 

1. Saham

Istilah dalam pasar modal pertama adalah saham, yang merupakan salah satu jenis sekuritas yang mewakili kepemilikan sebagian dari perusahaan. Dengan membeli saham, investor menjadi pemilik perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan dan hak suara dalam rapat umum pemegang saham.

2. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk meminjam dana dari investor. Pemilik obligasi berhak menerima pembayaran bunga secara periodik dan pengembalian pokok pada jatuh tempo.

3. Indeks Pasar

Indeks pasar adalah ukuran statistik yang digunakan untuk melacak kinerja pasar saham secara keseluruhan. Contohnya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia, yang mengukur kinerja pasar saham secara umum.

4. IPO (Initial Public Offering)

IPO adalah proses di mana perusahaan pertama kali menjual sahamnya kepada publik melalui penawaran umum. Dalam IPO, perusahaan memperoleh dana dari investor yang membeli saham-saham tersebut.

5. Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibayarkan secara periodik dan merupakan salah satu alasan mengapa investor tertarik untuk berinvestasi dalam saham.

6. Portofolio

Portofolio adalah kumpulan investasi yang dimiliki oleh seorang investor. Portofolio dapat terdiri dari berbagai jenis sekuritas seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.

7. Broker

Broker adalah perantara yang memfasilitasi transaksi jual beli sekuritas antara investor dan pasar modal. Mereka dapat berupa perusahaan sekuritas atau individu yang memiliki lisensi untuk melakukan transaksi di pasar modal.

8. Bear Market

Bear market merujuk pada kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan harga secara umum. Ini ditandai dengan sentimen pasar yang negatif dan penurunan yang signifikan dalam indeks pasar.

9. Bull Market

Bull market merujuk pada kondisi pasar yang sedang mengalami peningkatan harga secara umum. Ini ditandai dengan sentimen pasar yang positif dan peningkatan yang signifikan dalam indeks pasar.

10. Analisis Fundamental

Analisis fundamental adalah pendekatan dalam menganalisis saham dengan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental perusahaan seperti laporan keuangan, pertumbuhan laba, dan faktor ekonomi untuk menentukan nilai intrinsik saham.

11. Analisis Teknis

Analisis teknis adalah pendekatan dalam menganalisis saham dengan mempelajari pola dan tren pergerakan harga masa lalu serta menggunakan grafik dan indikator teknis untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

12. Stop Loss

Stop loss adalah pesanan yang ditempatkan oleh investor untuk menjual saham secara otomatis ketika harga mencapai level yang ditentukan. Hal ini digunakan untuk membatasi kerugian dalam perdagangan.

13. Limit Order

Limit order adalah pesanan untuk membeli atau menjual saham pada harga tertentu atau lebih baik. Pesanan ini akan dieksekusi hanya jika harga saham mencapai atau melampaui harga yang ditentukan.

14. Blue Chip

Blue chip merujuk pada saham-saham dari perusahaan yang terkenal, mapan, dan dianggap sebagai pemimpin dalam industri mereka. Blue chip biasanya memiliki reputasi yang baik dan dianggap sebagai investasi yang relatif stabil.

15. Volatilitas

Volatilitas adalah ukuran seberapa cepat dan sering harga saham berubah. Saham yang lebih volatile cenderung memiliki fluktuasi harga yang lebih besar, sementara saham yang kurang volatile cenderung memiliki fluktuasi harga yang lebih kecil.

16. High Frequency Trading

High frequency trading adalah praktik perdagangan yang menggunakan kecepatan komputer dan algoritma untuk melakukan transaksi dalam hitungan milidetik. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang sangat cepat.

17. P/E Ratio (Price-to-Earnings Ratio)

P/E ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengevaluasi valuasi sebuah saham. Ini diperoleh dengan membagi harga saham per lembar dengan laba per saham. P/E ratio membantu investor memahami berapa kali laba bersih sebuah perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya.

18. Volume

Volume adalah jumlah saham yang diperdagangkan dalam suatu periode waktu tertentu. Volume yang tinggi menunjukkan minat yang tinggi dalam saham tersebut dan dapat menandakan adanya tren atau pergerakan signifikan.

19. Dividen Yield

Dividen yield adalah persentase dividen tahunan yang dibayarkan oleh sebuah perusahaan dibandingkan dengan harga saham saat ini. Ini memberikan gambaran tentang berapa banyak pendapatan tunai yang dihasilkan dari investasi dalam saham tersebut.

20. IPO Underwriting 

IPO underwriting adalah proses di mana perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham (IPO) bekerja sama dengan perusahaan underwriter untuk mengatur dan menjual saham kepada investor. Underwriter membantu perusahaan menentukan harga IPO dan menjamin pembelian saham tersebut.

21. Market Order

Market order adalah pesanan untuk membeli atau menjual saham dengan harga pasar terkini. Pesanan ini akan dieksekusi segera dengan harga yang tersedia di pasar saat itu.

22. Blue Sky Laws

Blue sky laws adalah undang-undang yang mengatur penjualan sekuritas dan melindungi investor dari penipuan atau praktik yang tidak etis di pasar modal. Setiap negara bagian di Amerika Serikat memiliki undang-undang blue sky yang berlaku.

23. Short Selling

Short selling adalah strategi di mana seorang investor meminjam saham dari pialang dan menjualnya di pasar terbuka dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah di masa depan. Ini memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham.

24. Market Capitalization

Market capitalization adalah nilai pasar total sebuah perusahaan. Ini diperoleh dengan mengalikan harga saham per lembar dengan jumlah saham yang beredar. Market capitalization digunakan untuk mengklasifikasikan perusahaan ke dalam kategori seperti large cap, mid cap, dan small cap.

25. Earnings Per Share (EPS)

Earnings per share adalah jumlah laba bersih perusahaan yang tersedia bagi setiap saham yang beredar. Ini diperoleh dengan membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. EPS digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.

26. Circuit Breaker

Circuit breaker adalah mekanisme yang diaktifkan saat terjadi pergerakan harga yang ekstrem di pasar saham. Saat diaktifkan, perdagangan dapat dihentikan sementara untuk menghindari volatilitas yang berlebihan dan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi situasi.

Nah, itulah penjelasan soal istilah dalam pasar modal yang harus diketahui oleh investor pemula. Semoga penjelasan ini membantu pemula untuk lebih memahami istilah-istilah dalam pasar modal. Teruslah belajar dan eksplorasi untuk memperluas pengetahuan tentang pasar modal.


Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Penulis: Reky ArfalEditor: Anju Mahendra