Panduan Membeli Rumah Investasi untuk Pertamakali

  • 5 min read
  • Jul 25, 2020

Membeli rumah perdana merupakan salah satu keputusan besar bagi setiap orang. Pasalnya, tak sedikit calon pembeli merasa kesulitan akibat tingginya biaya pembelian rumah. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan persoalan finansial sekaligus keputusan yang akan diambil.

Namun, yang perlu disadari dalam membeli rumah adalah kesadaran tentang sebuah investasi. Rumah merupakan salah satu aset yang sangat menjanjikan. Tak heran jika nilainya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Ada dua keuntungan jika kita berinvestasi rumah, yaitu pendapatan sewa dan capital gain. Untuk mendapatkan dua keuntungan itu, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan saat menentukan rumah yang akan dibeli.

Selain itu, ada 11 poin penting yang bisa dijadikan acuan saat Anda akan membeli rumah perdana untuk investasi. Berikut penjelasannya.

Cermati Anggaran Hunian

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan kondisi keuangan pribadi, seperti sumber pemasukan serta kewajiban-kewajiban yang harus dilunasi.

Pasalnya, selain membutuhkan dana untuk membeli rumah, Anda juga harus menghitung biaya renovasi rumah jika kondisi rumah tidak lagi sempurna.

Pastikan Dokumen Rumah Lengkap

Langkah kedua, jika Anda berencana memakai KPR dari bank untuk membeli rumah bekas, pastikan rumah tersebut memiliki dokumen lengkap seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Selain memastikan rumah masih memiliki dokumen lengkap, Anda juga perlu mengecek apakah dokumen tersebut bermasalah atau tidak. Umumnya, pengecekan dilakukan di kantor pertanahan setempat.

Jika dalam pengecekan Anda menemukan ketidaksesuaian data pada dokumen, seperti perbedaan nama yang tertera di SHM dengan KTP pemilik, Anda bisa langsung menanyakannya.

Telusuri Gambaran Rumah Ideal

Setiap orang tentu punya keinginan mempunya rumah yang nyaman untuk dihuni. Pastikan rumah yang hendak kita beli memenuhi sebagian kriteria.

Misalnya, lokasi yang strategis atau akses angkutan umum yang mudah, begitu juga lingkungan rumah yang aman untuk keluarga.

Periksa Kondisi Rumah

Membeli rumah yang sudah pernah ditempati sebelumnya memang memiliki lebih banyak risiko dalam hal kualitas bangunan.

Jika Anda tidak memahami hal ini, tidak ada salahnya untuk membawa orang yang lebih paham mengenai kondisi bangunan seperti tukang atau kontraktor.

Periksa fondasi, struktur bangunan, lantai dan atap, apakah kondisinya masih bagus dan aman jika rumah ditempati hingga bertahun-tahun ke depan.

Periksa apakah rumah memiliki cukup sirkulasi udara atau kah kamar kecil (WC) masih lancar digunakan.

Hitung Biaya Ekstra yang Dikeluarkan

Selain pembelian rumah dan biaya renovasi, ada sejumlah pengeluaran lain seperti:

Biaya Pengecekan Sertifikat

Pengecekan sertifikat perlu dilakukan guna memastikan sertifikat rumah tidak ada catatan seperti blokir, sita atau catatan lainnya.

Lakukan pengecekan di kantor pertanahan setempat sebelum proses jual beli dilakukan.

Biaya pengecekan sertifikat tergantung pada kebijakan kantor pertanahan setempat, namun biasanya sekitar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.

Pajak Penghasilan (PPh)

PPh harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani dan dilakukan di bank penerima pembayaran. Besarnya PPh adalah 5% dari nilai transaksi.

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Seperti halnya PPh, BPHTB juga dibayarkan sebelum AJB ditandatangani.

Perlu diketahui, BPHTB dikenakan bukan saja saat terjadi jual beli. Namun, terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, misalnya hibah, waris atau pemasukan tanah ke dalam perseoran dan sebagainya.

Akta Jual Beli (AJB)

Umumnya, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) menarik biaya sekitar 1% dari nilai transaksi.

Namun, harga ini sebenarnya tidak kaku sehingga Anda masih bisa melakukan tawar-menawar harga.

Kamu dan penjual juga dapat melakukan kesepakatan, apakah biaya AJB dibayarkan secara proporsional antara penjual dan pembeli, atau ditanggung satu pihak saja.

Secara hukum, AJB dibuat jika transaksi jual beli telah lunas pembayarannya.

Pihak PPAT berhak menolak AJB yang transaksinya belum lunas karena berdasarkan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 09 Tahun 1995.

AJB harus ditandatangani oleh pembeli dan penjual di hadapan PPAT jika pembeli telah membayar seluruh harga tanah dan pajak serta biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi.

Pembeli juga wajib memperlihatkan surat-surat asli beserta kwitansinya.

Biaya Balik Nama

Proses balik nama diajukan oleh PPAT di mana biayanya ditanggung oleh pembeli.

Biaya balik nama bervariasi tergantung luas tanah dan pajak, namun kita bisa memperkirakannya dengan menghitung 1% dari harga jual.

Umumnya, setelah 14 hari kerja, kamu sudah dapat mengambil sertifikat baru yang telah berganti nama.

Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP dibayar sekaligus saat proses pengajuan balik nama.

Jumlah PNBP adalah satu per seribu dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ditambah Rp 50.000 (di tiap daerah bisa berbeda).

Pikirkan Sebelum Memutuskan

Jika Anda menemukan rumah yang sesuai dengan kriteria dan anggaran, ada baiknya meluangkan waktu setidaknya satu minggu sebelum mengajukan penawaran kepada penjual.

Ini agar kamu bisa lebih meyakinkan diri bahwa rumah tersebut cocok untuk ditinggali dalam jangka panjang.

Setelah memutuskan rumah mana yang akan dibeli dan telah mencapai kesepakatan dengan si penjual. Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mencari notaris atau PPAT dengan reputasi baik.

Seperti Apa Lokasi Rumah?

Tips berikutnya adalah memastikan lokasi rumah bekas sudah nyaman dan tidak terisolasi dari dunia luar.

Hal ini tidak hanya akan bermanfaat di saat kamu akan bepergian, tetapi juga dari segi harga jual rumah kelak.

Lokasi rumah sangatlah menentukan harga jual rumah, karena seiring berjalannya waktu, hunian yang dibangun di tempat-tempat strategis kerap memiliki harga jual yang lebih mahal.

Hunian yang letaknya dekat dengan jalan tol utama, sekolah, universitas, rumah sakit, dan akses utama ke kota besar lebih sering dicari banyak orang juga.

Jadi, Anda tidak usah khawatir kalau rumah bekas yang hendak dibeli nanti tidak bisa dijual kembali.

Selain itu, mengetahui letak hunian juga akan membekali diri dengan berbagai macam informasi seperti area mana saja yang rawan banjir, longsor, dan bencana alam lainnya.

Survey Lingkungan Sekitar

Setelah tahu lokasi rumah, lakukan riset kecil tentang lingkungan di sekitarnya.

Periksalah apakan rumah tersebut berada di lingkungan yang nyaman untuk ditempati.

Kamu bisa survei ke daerah sekitar rumah dan bertanya-tanya pada masyarakat setempat tentang lingkungan

Tiga hal yang harus dipastikan dalam tips ini adalah keamanan lingkungan sekitar, pencahayaan jalan, dan kedekatan rumah dengan bangunan pertolongan pertama seperti rumah sakit dan kantor polisi.

Dengan membekali diri septar informasi di atas, And bakal merasa lebih nyaman dan leluasa kelak.

Ketahui Usia Rumah

Selain memperhatikan kondisi rumah dan segala yang ada di dalamnya. And juga harus memperhatikan usia rumah bekas yang akan dibeli.

Ketahui usia rumah dan risiko apa yang akan dihadapi saat menyinggahi rumah bekas tersebut di masa depan.

Selain karena alasan keamanan, mengetahui usia rumah akan berdampak pada harga jual rumah bekas.

Harga rumah bekas yang usianya sudah tua akan mematok harga jual yang lebih murah dibandingkan dengan rumah-rumah baru.

Hunian bekas yang berusia 10 tahun ke bawah masih bisa dibilang rumah baru.

Rumah bekas yang berusia sekitar 10 sampai 25 tahunan tergolong sedang.

Sementara itu, rumah di atas 25 tahun sudah dianggap rumah tua.

Hal yang perlu diketahui lainnya adalah saat membeli rumah tua, walaupun murah, mesti diantisipasi karena Anda harus membayar biaya renovasi kelak.

Perhatikan Sumber Air

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang manusia membutuhkan kiranya 10 galon air bersih untuk beraktivitas. Untuk dikonsumsi, mencuci baju dan piring, mandi, membersihkan rumah, mobil, dan masih banyak lagi.

Karena hal di atas, sumber air bersih sangat penting untuk dipikirkan sebelum kita membeli rumah, maupun itu yang baru ataupun bekas.

Periksalah sumber air terdekat dari calon rumah milikmu.

Pastikan sumber air ini memang mengalirkan air bersih yang layak pakai dan dikonsumsi sehari-hari.

Lokasi sumur artesis atau pompa yang baik adalah yang berjarak sekitar minimal 10 m dari septic tank di rumah.

Jika terletak kurang dari 10 meter, maka airnya tidak layak pakai karena terkontaminasi oleh kotoran tanah dan limbah WC.

Tak hanya itu, apabila rumah bekas yang akan hendak dibeli memiliki sumber air berjenis PAM, pastikan si pemilik rumah tidak memiliki masalah tagihan air.

Perhatikan Ketersediaan Listrik

Sebelum setuju membeli rumah bekas, periksa terlebih dahulu. Apakah daya listrik di rumah tersebut cukup untuk memenuhi segala peralatan elektronik.

Apalagi jika Anda berencana menginstal cukup banyak barang elektronik. Jika dirasa tidak cukup, lakukan upgrade alias tambah daya secara online lewat situs PLN.

Selain itu, pastikan instalasi kabel listrik dalam kondisi baik demi menghindari terjadinya korslet listrik.

Rumah Dijual di Kota Pekanbaru

Di bawah ini adalah rumah yang layak Anda jadikan investasi. Berikut uraiannya.

Beli rumah untuk investasi
Perumahan Mahkota Residences.  Jl. Sekuntum (depan Alam Ayang)
Keterangan:
  • Hook
  • Tipe 80 (Lb 80, Lt 160 + tanah samping).
  • Listrik 2.200.
  • SHM
  • 3 kamar (Kamar utama 2 + 1 km ART).
  • 2 kamar mandi
  • Rumahdi barisan Depan, posisi bagus dan di Hook. Rumah dengan nomor Hoki A9.
  • Dekat dari pusat pemerintahan Tenayan
  • Dekat dari tempat wisata riau farm
  • Dekat dari wisata alamayang
  • Ke pusat kota hanya 12 menit saja
  • 20 menit ke bandara SSK
  • Rumah ini di Kota Pekanbaru
  • Harga dijual Rp800 juta (nego)
  • Silakan hubungi 081276045169 (Chico)

Kondisi dalam rumah

Beli rumah bagus untuk investasi

Demikianlah tips membeli rumah perdana untuk investasi. Rumah adalah aset berharga yang bisa mendatangkan keuntungan di masa datang.