Hasil Tes Kejiwaan Tersangka Sunda Empire Masih Dinanti Polisi

Petinggi Sunda Empire menjadi tersangka. (FOTO: Merdeka.com)

Hasil tes kejiwaan terhadap tiga tersangka kasus penyebaran kabar bohong yang dilakukan kelompok Sunda Empire masih dinantikan oleh tim penyidik Polda Jawa Barat. Dilansir dari CNNIndonesia, menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga hasil pemeriksaan psikologis nantinya menjadi pertimbangan penyidik untuk mengembangkan kasus ini.

"Kami masih menunggu hasilnya, mungkin minggu depan hasilnya," katanya, Jumat (14/2/2020).

Di samping itu, polisi pun masih menelusuri kabar kebenaran pengakuan tersangka Sunda Empire terkait deposito senilai US$500 juta di Bank Swiss. 

"Penyidik sudah ke kantor Kedutaan Swiss untuk melihat keabsahan dari deposito Bank DBS. Dari kedutaan akan membantu, akan diserahkan ke DBS," jelasnya.

Pihak kedutaan besar Swiss, imbuhnya, telah menerima sertifikat itu. Disampaikannya, kedutaan besar Swiss sedang mengirimkan sertifikat itu secara langsung ke Bank DBS untuk mengecek kebenarannya.

"Untuk hasilnya memang belum ada. Masih menunggu keterangan soal keabsahan deposito itu," paparnya.

Sebelumnya diketahui, sertifikat Bank DBS senilai US$500 juta itu dimiliki oleh Nasri Bank bertindak sebagai Perdana Menteri Sunda Empire. Lewat sertifikat itu, Nasri membujuk pengikutnya untuk menambah pengikut. Di samping Nasri Bank, penyidik dalam kasus ini telah menahan dua tersangka lainnya, yaitu Raden Ratna Ningrum selaku Kaisar atau Ibunda Ratu Agung dan Ki Ageng Rangga sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

Mereka sudah ditetapkan tersangka lantaran menyebarkan kabar bohong yang menimbulkan keonaran sesuai Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar