JAKARTA – Grup Bakrie menandai langkah baru di industri otomotif melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang lewat anak usahanya, PT VKTR Sakti Industries (VKTS), meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia.
Pabrik tersebut berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, dan mulai beroperasi pada Kamis (9/4/2026).
Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, terutama dengan menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
Ia juga menyoroti bahwa sektor industri kerap justru berkembang di tengah tekanan krisis. Dalam konteks ini, VKTR sebagai bagian dari Grup Bakrie hadir untuk melanjutkan perjalanan panjang industri otomotif dalam negeri.
Perjalanan tersebut telah dimulai sejak era Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada 1975, lalu dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie lewat Bakrie Motor pada 1997, meski sempat terhenti akibat krisis ekonomi.
"Kali ini VKTR melanjutkan perjalanan tersebut, dari komponen menjadi kendaraan utuh, dan dari masa lalu dengan bensin menjadi elektrik,” kata Anin dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Anin menjelaskan, fokus pengembangan VKTR saat ini diarahkan pada bus dan truk listrik karena dinilai mampu menjadi pendorong utama terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional.
Di samping itu, elektrifikasi kendaraan komersial diperkirakan dapat memberikan efisiensi besar terhadap subsidi BBM, dengan potensi penghematan mencapai US$ 5 miliar setiap tahun.
"Memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," tuturnya.
Dari sisi manufaktur, Anin menambahkan bahwa VKTR terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Saat ini, capaian TKDN berada di angka 40%, dengan target naik menjadi 60% pada tahun ini dan mencapai 80% pada 2028.
Lebih lanjut, Anin mengungkapkan bahwa pengalaman negara lain, seperti Jepang, menunjukkan bahwa pengembangan industri otomotif umumnya diawali dari kendaraan komersial sebelum masuk ke segmen kendaraan penumpang.
"Dari sejarah negara lain di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil," ujar Anin.
Selain itu, VKTR juga berperan dalam mendorong pengembangan ekosistem green mobility secara menyeluruh.
Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pengisian daya listrik (charging station) serta dukungan terhadap program waste to energy melalui pengembangan dump truck compactor tertutup yang direncanakan digunakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.
"Kami melihat bahwa ke depannya semua bersama-sama dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai 100 gigawatt tersebut," terang Anin.
Dalam aspek teknologi, VKTR menargetkan diri menjadi perusahaan berbasis inovasi dengan kepemilikan 14 hak cipta yang dikembangkan bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Salah satu fokusnya adalah teknologi retrofit, yakni konversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.
"Harapannya, kami bisa mendapat dukungan supaya regulasi dan peraturan pemerintah bisa mendorong penegakan TKDN dan bisa memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, baik swasta maupun BUMN," tutupnya.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News