6 Tanda Gangguan Kepribadian Skizoid

  • Whatsapp
gangguan kepribadian skizoid

Gangguan kepribadian skizoid dianggap sebagai gangguan tersembunyi karena kebanyakan orang yang menderita ini kelihatan sangat tenang.

Kecuali mereka yang langsung bicara ke kamu bahwa mereka punya gangguan ini, nyaris gak mungkin kamu sadar ada yang salah dengan mereka.

Kalau diperhatikan, kamu mungkin mengganggap mereka cuma orang yang introvert dan gak terlalu tertarik berhubungan dengan orang lain. Namun, ternyata masalah mereka jauh lebih serius dari itu.

Melansir dari Psychology Today, ternyata masih sedikit orang yang tahu tentang gangguan kepribadianini. Gangguan kepribadian skizoid adalah gangguan kepribadian yang penderitanya mengalami ketidakmampuan dalam membentuk hubungan sosial.

Berbeda dengan gangguan skizotipal dan skizofrenia, gangguan skizoid gak sampai mengalami paranoid, halusinasi, dan masih masuk akal ketika berbicara.

Orang dengan gangguan ini juga bisa bekerja lebih baik dalam pekerjaan yang mengharuskannya bekerja sendiri. Tapi, mereka secara konsisten menghindari interaksi dengan orang lain.

Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Skizoid

Nah, berikut masalah yang dimiliki orang yang punya gangguan kepribadian skizoid.

1. Kurangnya kepercayaan dengan orang lain

Pengalaman traumatis masa kecil dengan orang tua yang gak peduli, lalai, mengganggu, atau kasar membuat penderita skizoid yakin bahwa mengandalkan orang lain secara inheren gak aman. Seringkali, mereka punya orang tua narsistik atau kejam yang menjadikan masa kecil penderitanya seperti neraka.

2. Mandiri yang berlebihan

Alih-alih mencari bantuan, mereka selalu melakukan seluruh aktivitasnya secara mandiri. Penderita skizoid juga cenderung sangat personal dan jarang berbagi detail kehidupan pribadi mereka dengan banyak orang. Hal ini dikarenakan kurangnya kepercayaan mereka terhadap orang lain.

3. Menghindari kedekatan fisik dan emosional

Orang dengan skizoid sebisa mungkin selalu menjauhkan diri mereka secara fisik dan emosional dengan orang lain karena mereka punya ketakutan sosial. Di sebuah pesta, mereka cenderung diam-diam berdiri di tepi kelompok dengan minuman di tangan mereka.

4. Perilakunya seperti narsistik

Meski perilakunya mirip perilaku narsistik, tapi motif mereka sangat berbeda dengan si narsis. Orang narsistik meninggalkan pasangannya karena bosan, marah, atau gak lagi menganggap pasangannya ideal, sekaligus mencari pengakuan dari pasangan barunya.

Baca juga: 7 Cara Memancungkan Hidung Secara Alami Tanpa Operasi

Sedangkan orang dengan gangguan kepribadian skizoid meninggalkan pasangannya karena ia merasa terjebak dan takut dikendalikan.

5. Memiliki fantasi yang rumit

Orang yang menderita skizoid cenderung lebih suka menyukai hubungan fantasi dibanding hubungan nyata. Ini karena merekapunya kendali penuh atas hal yang terjadi. Itu yang membuat hubungan fantasi lebih aman untuk mereka.

Beberapa orang dengan skizoid menciptakan dunia fantasi yang begitu menarik dan rumit sehingga kebanyakan dari mereka menjadi penulis terkenal.

6. Menyembunyikan reaksi emosional

Kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian skizoid diam-diam mencoba menangani semuanya sendiri. Kalau gak terpaksa, maka mereka gak akan melibatkan orang lain dalam masalah mereka.

Untuk mengatasi gangguan skizoid, yakni dengan melakukan psikoterapi dan menceritakan kesulitan-kesulitan yang dialami kepada terapis, hingga mengonsumsi obat tertentu yang bisa membantu mengatasi masalah kecemasan yang mungkin terjadi.

Di samping itu, dukungan keluarga juga perlu supaya penderita skizoid bisa segera sembuh dan bisa kembali melakukan interaksi sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *