Enam Kiat Sukses dari Almarhum Pak Habibie

Enam Kiat Sukses dari Almarhum Pak Habibie

kawula.id – Jasa Bacharuddin Jusuf Habibie kepada bangsa dan negara ini tak perlu diragukan. Sosok Presiden ke-3 RI ini dikenal sebagai tokoh sukses dalam karier dan pendidikan. Habibie, menjadi rujukan bagi generasi bangsa yang ingin bermimpi tentang kesuksesan di masa depan.

Tak hanya masyarakat Tanah Air, Habibie juga dikagumi masyarakat dunia. Kejeniusan lelaki kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 ini memukau dengan sebarek prestasi, khususnya di dunia penerbangan.

Nah, dikutip Good News from Indonesia, rupanya Habibie pernah memberikan kiat untuk menjadi sukses. Ada enam di antaranya.

Pertama, keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar, tapi milik mereka yang senang berusaha. Dalam video wawancara yang dilakukan dengan Samsung, Habibie pernah berkata, “Percuma Anda memiliki IQ tinggi tapi pemalas. Yang penting adalah Anda sehat dan mau berkorban meraih apa yang diinginkan”.

Habibie mengajarkan kepada publik bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesukesan.

Ada faktor lain yang lebih penting yakni kerja keras. Sepintar dan secerdas apapun seseorang, menurutnya, kalau dia tidak memiliki totalitas dalam mengejar mimpinya maka itu semua akan percuma.

Kedua, jangan pernah berhenti apa yang engkau impikan, meskipun hal yang kita inginkan masih jauh di depan mata. Gambaran perjuangan Habibie, salah satunya tervisualisasikan dalam film Habibie Ainun.

Di film tersebut diceritakan bagaimana sulitnya Habibie dengan kehidupannya yang terbatas. Habibie juga pernah merasakan tidak enaknya diremehkan oleh sesama pekerja, beberapa kali idenya ditolak dan dianggap tak meyakinkan.

Namun, Habibie tak sekalipun menyerah. Sebaliknya, ia terus berusaha hingga akhirnya apa yang beliau impikan dapat terwujud.

Ketiga, jadilah pribadi yang selalu siap dalam menjalani tantangan yang ada di depanmu. Hingga akhir hayatnya, Habibie tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Selain masih aktif bekerja, beliau juga disibukkan dengan beragam kegiatan mulai dari menulis buku hingga menjadi pembicara di berbagai acara.

Baginya, selama belum menutup mata ia akan “menantang” dirinya untuk terus berkarya. Spirit hidup ala Habibie yang selalu siap itulah yang wajib ditiru, utamanya oleh generasi muda bangsa yang harus siap menghadapi tantangan hidup kapan dan di mana saja.

Keempat, kegagalan adalah hal yang biasa disaat kita menuju kesuksesan, dan hal itu butuh pengorbanan. Pelajaran hidup Habibie yang penting diketahui adalah meraih kesuksesan itu bukanlah perkara mudah. Menurutnya, untuk menajdi sukses, seseorang harus merasakan jatuh berkali-kali demi meraih apa yang diinginkan.

Kelima, menjadi orang yang konsisten merupakan salah satu faktor untuk menuju kesuksesan. Tidak hanya kemauan untuk bekerja keras, formula lainnya yang juga tak kalah penting untuk diterapkan adalah konsistensi ketika menekuni sebuah bidang.

Habibie mengatakan, ketika ia memutuskan untuk menjadi insinyur penerbangan, ia fokus di bidang tersebut. Sekalipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, ia tidak lantas keluar dan putar arah.

Sejarah mencatat, Habibie justru menekuni bidang tersebut hingga berhasil menjadi salah satu ahli penerbangan terbaik di Indonesia bahkan dunia. Ia bahkan menjadi rujukan dunia atas prestasi, kejeniusan, dan usahanya yang pantang menyerah.

Keenam, memiliki tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitar. Kiat terakhir, Habibie mengingatkan agar tetap menjadi pribadi yang berusaha memanfaatkan kesuksesan untuk membantu sesama. Di manapun, seseorang harus berguna bagi orang lain. Jangan sampai hanya fokus mengejar keberhasilan tapi tidak mementingkan kepentingan bersama.

Kini, Habibie meninggalkan masyarakat Tanah Air dan dunia yang mencintainya. Di usianya ke-83, Habibie tutup usia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta pada Rabu (11/9/2019) petang. Semoga seluruh prestasi, kerja keras, dan loyalitasnya bagi Indonesia serta dunia menjadi amal shalih yang mengiringinya untuk menghadap ke haribaan Allah ‘Azza wa Jalla.

Sumber: Muslim Obsession

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *