Demo di Kendari: 2 Mahasiswa Tewas, 6 Polisi Kedapatan Bawa Pistol

Demo di Kendari: 2 Mahasiswa Tewas, 6 Polisi Kedapatan Bawa Pistol

Aksi Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, pada Kamis, 26 September 2019 lalu meninggalkan luka dalam bagi kita semua.

Pasalnya, unjuk rasa mahasiswa yang memprotes sejumlah rancangan undang-undang berujung pada kematian dua mahasiswa.

Pihak Kepolisian menemukan enam anggotanya membawa pistol saat mengawal demonstrasi tersebut. Mereka kedapatan membawa pistol jenis SNW dan HS.

Atas peristiwa itu, keenam polisi berinisial DK, GM, MI, MA, H, dan E, tengah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

“Kami tetapkan enam anggota jadi terperiksa karena saat unjuk rasa membawa senjata api,” ujar Kepala Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri Brigadir Jenderal Hendro Pandowo sebagaimana diwartakan Tempo.co, Kamis, (3/9/2019).

Hendro menjelaskan, penyidik mendalami alasan mereka membawa pistol dalam pengamanan demonstrasi.

“Padahal sudah disampaikan Kapolri untuk tidak bawa senjata.”

Unjuk rasa ribuan massa gabungan dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar di Kota Kendari kala itu untuk memprotes sejumlah rancangan undang-undang, seperti halnya demonstrasi di Jakarta dan sejumlah kota lainnya. Dua mahasiswa pun tewas.

Randi, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) mati akibat luka tembak di dada sebelah kanan. Sedangkan Muh. Yusuf Kardawi (19) meninggal setelah operasi di RSUD Bahteramas akibat luka serius di kepala.

Sumber: Tempo.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *