Content Writer: Pengertian, Tugas, dan Jenjang Karier

  • Whatsapp
content writer adalah

Content writer adalah suatu profesi yang mengutamakan kemahiran menulis untuk memproduksi konten menarik di media daring.

Seorang penulis konten harus mengetahui dasar-dasar menulis yang baik. Karena tanggung jawab dan tugas utama content writer di antaranya, yaitu membuat konten, mengelola, hingga sampai pada tahap mendistribusikan konten.

Adanya profesi penulis konten, tentu tidak lepas dari perkembangan teknologi di era digital seperti sekarang ini. Banyak masyarakat kita yang mencari informasi yang diinginkan hanya dengan mengetikkan beberapa kata melalui mesin pencari google.

Nah, di sini lah peran seorang penulis konten sebenarnya. Dengan kata lain, bisa menulis saja tidak cukup di era ketatnya persaingan SERP Google. Seorang penulis juga dituntut mampu menganalisis konten apa saja yang menarik minat pembaca berdasarkan tren, minat, usia, dan sebagainya.

Jika kamu berkeinginan menjadi penulis konten, yuk simak, apa saja tugas dan tanggung jawab profesi ini.

Content Writer Adalah

Seperti yang telah disinggung di paragraf awal, content writer merupakan profesi yang bergerak di bidang kepenulisan konten. Umumnya, konten-konten yang diprodukisi penulis bisa dalam bentuk artikel untuk dipublikasikan di website, blog, media sosial, dan berbagai platform lainnya yang dapat mempublikasikan tulisan secara online.

Seorang penulis juga memiliki kontrol penuh untuk memastikan, apakah konten yang dibuatnya sudah sesuai dengan niche suatu website, gambar yang akan dipublikasikan sudah relevan dengan kata kunci yang dibidik, dan lain sebagainya.

Tak berlebihan agaknya, jika seorang content writer adalah ujung tombak dari suatu perusahaan yang memiliki website. Pasalnya, selain harus memproduksi konten sesuai target, mereka juga harus memutar otak mencari topik yang diminati pembaca.

Ringkasnya, tanggung jawab seorang content writer bisa melebar ke arah tertentu, yaitu pada urusan lalu lintas pengunjung atau traffic website.

Jenis Content Writer

Kilasan tentang content writer di atas, rasanya belum cukup kalau tidak mengulas tentang jenis-jenis penulis konten. Pasalnya, keahlian menulis juga dibagi sesuai kategori atau keahlian penulis konten tersebut.

Mengutip Upwork, ada beberapa jenis content writer yang umumnya dapat dijumpai, berikut di antaranya:

1. Generalist

Jenis content writer pertama, yaitu generalist writer. Secara garis besar jenis penulis konten general tidak seperti penulis spesifik. Artinya, tugas penulis kategori ini menitikberatkan pada produksi konten sebanyak mungkin dengan beragam tema.

Selain itu, para penulis general juga menulis atau membuat konten yang hanya bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan sebuah brand.

Meskipun bekerja menulis tanpa tema atau gaya yang khas, writer tetap harus bertanggung jawab atas isi konten yang mereka tulis.

2. Technical

Berikutnya ada jenis technical, yaitu penulis yang memiliki kemampuan menulis yang bagus dalam mengejawantahkan informasi yang tergolong kompleks ke dalam tulisan, dan tentunya juga mampu dicerna oleh orang awam yang membaca tulisan tersebut.

Umumnya, technical writer menulis untuk keperluan manual guide produk.

3. Media Sosial

Saat ini, sudah banyak konten-konten yang menarik perhatian pengguna media sosial, seperti Instagram. Konten-konten yang diproduksi suatu akun, tentu melibatkan penulis yang kreatif guna meningkatkan engagement (jangkauan).

Para penulis konten media sosial dituntut untuk menyajikan konten yang aesthetic, catchy, dan up to date sehingga perlu pengetahuan tentang bagaimana cara algoritma media sosial bekerja.

4. Jurnalistik

Jenis content wirter berikutnya adalah di bidang jurnalistik. Seorang jurnalis tentu tidak hanya berpatokan pada kuantitas berita, tetapi juga memikirkan kualitas suatu tulisan.

Tak jarang, dalam bidang jurnalistik ada istilah penulisan jurnalisme sastrawi, in depth, feature, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, jika ingin menjadi jurnalis atau bekerja di media online, maka kamu harus memahami kaidah jurnalistik dan bagaimana cara penyajian konten di website berita.

5. SEO (Search Engine Optimization)

SEO content writer adalah seorang penulis yang membuat konten tulisan berdasarkan keyword atau kata kunci yang telah di atur sedemikian rupa dalam SEO.

Menulis kok diatur-atur oleh mesin pencari. Tenang dulu. Pada dasarnya, teknik menulis secara SEO ini sangat berguna sekali, lho. Untuk muncul di halaman pertama mesin pencari, konten yang dibuat harus sesuai dengan standar SEO dengan tujuan mendapat lebih banyak lalu lintas pengunjung ke suatu website.

Setelah itu, apa yang terjadi dengan website tersebut jika menerapkan SEO dalam penulisannya? Ya, setuju. Website akan cepat naik di SERP Google. Maka dari itu, sebelum mempublikasikan tulisan di website, seorang SEO writer harus memastikan apakah topik tulisan sudah memenuhi kebutuhan pembaca dan standar SEO.

Apa Perbedaan Content Writer dan Copy Writer?

Meski sama-sama bertugas menulis, ada beberapa perbedaan mendasar antara content writer dan copy writer, lho!

Adapun perbedaan keduanya bisa dilihat dari segi tujuan kepenulisan. Untuk penulis konten, tujuannya memberikan informasi yang dicari pembaca, dan bersifat mengajak. Sementara itu, copy writer tujuan kepenulisannya lebih ke arah komersil dengan strategi marketing di dalamnya untuk meningkatkan penjualan, bikin akun baru di suatu platform, melakukan uduhan, hingga membeli sebuah produk.

Perbedaannya di antara keduanya adalah tujuan penulisannya. Seorang content writer bertujuan untuk memberikan informasi, engaging atau mengajak. Tak sampai di situ, selain menulis dalam bentuk artikel yang mendatangkan cuan,  copy writer juga menulis untuk aset perusahaan seperti ads, campaign, sales landing pages, hingga email blast.

Tanggung Jawab dan Tugas Utama Content Writer

Jika kamu adalah salah satu yang ingin bekerja sebagai penulis konten, berikut tugas content writer dan tanggung jawab yang perlu diketahui

1. Membuat, mengelola, dan mendistribusikan konten

Secara umum, tugas utama penulis konten, yakni membuat, mengelola konten, kapan waktu yang tepat artikel harus tayang di website.

Nah, jika penulis ditugaskan untuk menulis di website, tanggung jawab mereka adalah menerbitkan, mengatur tanggal, dan juga memastikan apakah kualitas konten sudah masuk ke dalam standar SEO.

Sementara itu, jika penulis konten bekerja di bidang media sosial, mereka sudah memiliki jadwal untuk posting, boost post, dan juga memastikan gambar dan tulisan selaras.

2. Melakukan riset

Seorang penulis konten juga harus bisa melakukan riset guna menghidari hal-hal sepele tetapi cukup berisiko seperti plagirisme, hingga informasi yang diberikan kepada pembaca tidak akurat.

Jika menulis berita, jangan lupa untuk mencari sudut pandang lainnya agar berita yang disajikan berimbang, dan tidak menyudutkan pihak tertentu atau berat sebelah.

Dalam melakukan suatu riset penulisan konten, seorang penulis harus mengetahui tren yang sedang berkembang. Hal ini, bisa menjadi sumber utama untuk penulisan konten, apa lagi jika platform yang digunakan adalah media sosial.

3. Mengenal SEO

Bagi seorang penulis, sebaiknya juga mengenal SEO. Saat ini, banyak perusahaan yang mencari penulis konten SEO untuk perkembangan yang lebih baik bagi bisnis yang mereka geluti. Menulis sesuai dengan kaidah SEO adalah menulis berdasarkan kata kunci, yang bertjuan bisa mendapatkan pengujung secara organik.

Oleh karena itu, sebelum terjun langsung ke dunia penulisan, penulis wajib untuk mengetahui dasar-dasar SEO.

4. Punya kemampuan dalam penyuntingan tulisan

Nah, seorang penulis konten sebaiknya juga memiliki kemampuan menyunting suatu tulisan sebelum dipublikasikan dan dibaca banyak orang. untuk para blogger, umumnya mereka menyunting dengan cara yang mereka tahu. Namun, jika kamu terbiasa ngeblog, sedikit banyak tentu paham bagaimana cara menyajikan tulisan yang menarik minat pembaca.

Jadi, kemampuan editorial sangat dibutuhkan untuk mengedit kembali konten sebelum tayang. Biasanya, junior writer akan memberikan konten kepada seniornya untuk dilakukan pengecekan sebelum disetujui.

Dalam beberapa kesempatan, penulis senior biasanya merangkap tugas sebagai editor. Sebelum kamu naik jadi senior, kemampuan untuk melakukan pengecekan kualitas tulisan harus terus dilatih.

Skill dan Kualifikasi Content Writer

Sebenarnya, karier ini sering kali tidak membutuhkan latar belakang khusus. Meski demikian, menurut study.com, profesi ini mungkin membutuhkan latar belakang minimal sarjana.

Jika kamu ingin menjadi content writer, apa saja skill dan kualifikasi yang harus kamu miliki?

1. Punya keahlian menulis

Dengan pekerjaan utama menulis, tentunya kamu harus bisa menguasai kemampuan dalam penulisan. Mulai dari struktur sampai juga teknik penulisan, harus dikuasai dengan baik.

Selain itu, kamu juga harus memiliki kemampuan story telling agar tulisan yang kamu buat bisa mengalir dan mudah saat dibaca oleh audiens.

2. Melek teknologi

Content writer merupakan pekerjaan yang berbasis online, terutama jika kamu masuk ke dunia sosial media.

Kamu harus melek teknologi, setidaknya tentang teknologi apa saja yang bisa digunakan dan bisa dimaksimalkan untuk keperluan konten.

Secara khusus, untuk menjadi writer, kamu harus mencari sumber dari segala media online bahkan media sosial.

3. Peka terhadap tren

Konten atau artikel pastinya harus up-to-date dan sesuai dengan perkembangan tren. Oleh karena itu, sebagai writer kamu harus peka terhadap tren terbaru yang sedang terjadi.

Hal ini bertujuan agar brand yang kamu kelola bisa menjadi sumber informasi audiens dan menaikkan engagement dalam aset. Jangan malas untuk cari tahu dan selalu ikut dengan tren terkini.

Jenjang Karier Content Writer

Sejatinya, kalau bicara karier content writer tak ada acuan terkait perkembangan karier seorang penulis konten. Kendati demikian, profesi menulis ini juga bisa mendatangkan cuan bagi yang ingin mandiri dan tidak ingin terikat pada suatu perusahaan.

Kalau kamu bekerja jadi penulis di suatu perusahaan, biasanya kariermu akan dimulai dari penulis konten junior, penulis konten, penulis konten senior, konten strategist, hingga menjadi konten director.

Perlu diketahui, tahapan ini tidak bisa disamaratakan di setiap perusahaan, karena setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing.

Itulah ulasang ringkas mengenai content writer. Sudah siap menjalankan profesi sebagai seorang penulis konten?

Pos terkait