Cerita Wapres tentang RUU Cilaka yang Dipelesetkan Jadi Celaka

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Net)

Nama Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja sempat menjadi sorotan sebab sebelumnya rancangan beleid itu bernama RUU Cipta Lapangan Kerja. Hal itu pun dikonfirmasi oleh Wakil Presiden, Ma'ruf Amin.

Pemerintah kemudian memutuskan mengubah nama itu sebab RUU Cipta Lapangan Kerja malah disingkat menjadi Cilaka. Adapun Cilaka adalah plesetan dari kata celaka. Sesuai arti di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), celaka adalah selalu mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dan sebagainya atau malang dan sial.

"Tadinya istilahnya itu Cipta Lapangan Kerja, tapi orang pelesetkan, disingkat Cilaka. Karena itu, diganti cipta kerja. Bukan cipta lapangan kerja yang (yang disingkat) cilaka itu," kata Ma'ruf, Sabtu (15/2/2020), dikutip dari CNNIndonesia.

Omnibus Law, terangnya, bertujuan untuk mendorong perkembangan ekonomi di Indonesia. Adapun ujung dari penciptaan beleid itu adalah guna menciptakan kesejahteraan dan kemajuan Indonesia.

"Maksudnya aturan ini untuk ciptakan pekerjaan bagi masyarakat supaya tidak terjadi pengangguaran, investasi masuk ekonomi berjalan tidak ada hambatan, terbuka lapangan kerja yang banyak," paparnya.

Ia menyampaikan, Omnibus Law bertujuan untuk mendorong perkembangan ekonomi, peran regulasi pun sangat penting. Omnibus Law, imbuhnya, merupakan penyederhanaan regulasi.

"Reformasi birokrasi, itu penting supaya efektif. Jangan terlambat, yang mestinya satu hari jadi lima hari jadi 1 bulan sehingga tidak berjalan," jelasnya.

Lantas, ia pun menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk menurunkan tingkat kemiskinan sebesar lima hingga enam persen.

"Kemiskinan sekarang 9 persen, targetnya mau turunkan antara 5 sampe 6 persen. Targetnya menghilangkan kemiskinan. Sekarang turunkan kemiskinan," tuturnya.

Ia sendiri sebelumnya berharap agar proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja atau Ciptaker di DPR dapat lebih cepat daripada pembahasan RUU KPK beberapa waktu lalu.

"Ya kami harapkan bisa lebih cepat (pembahasannya dari RUU KPK)," ujarnya.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar