Cara Mengatur Keuangan agar Lebih Sehat

  • 2 min read
  • Jun 19, 2020
Cara Mengatur Keuangan Era New Normal

Semenjak viruscorona menyerang, tak sedikit orang menghadapi masalah finansial mereka. Jika mau jujur, sebelum pandemi terjadi,  penyebab timbulnya masalah keuangan bersumber dari diri sendiri.

Sadar atau tidak, potensi yang menyebabkan masalah keuangan cenderung datang kebiasaan-kebiasaan yang tak terkontrol. Contohnya, gaya hidup yang terlalu boros, sulit dan tidak bijak mengatur uang, bahkan sampai kosongnya dana darurat dan persoalan utang. Contoh ini menunjukkan tidak adanya perencanaan keuangan untuk masa depan.

Kendati demikian, sudah menjadi dambaan setiap orang berada dalam kondisi finansial yang sejahtera. Kesejahteraan finansial merupakan sebuah kondisi keuangan yang sehat dan ideal sehingga seseorang tak perlu khawatir dengan biaya hidup.

Selanjutnya, bagaimana cara mengatur uang yang bijak agar kondisi finansial menjadi lebih baik? Terlebih saat ini kita sudah memasuki era new normal (kenormalan baru). Era new normal ini kita diharapkan bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru saat beraktivitas di tengah pandemi corona.

Lalu, adakah langkah-langkah membantu keuangan agar tetap sehat saat new normal? Berikut tips mengatur keuangan yang baik yang telah dirangkum dari berbagai sumber

Kelola Keuangan dengan Disiplin

Disiplin dalam mengatur keuangan dapat membuat kondisi keuangan jadi lebih sehat. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Maksudnya, jangan sampai pengeluaran melebihi dari pemasukan.

Dalam hal ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun anggaran. Bagi uang (misal dari gaji bulanan) ke pos pos yang sudah ditentukan. Lakukan itu dengan disiplin niscaya keuangan jauh lebih sehat.

Kontrol Hasrat Belanja

Mengontrol hasrat untuk belanja adalah cara yang tepat untuk membuat keuangan jadi lebih sehat di masa pandemi virus Corona. Apa lagi saat ini kita tengah berada dalam kehidupan new normal, tentunya Mall, restoran, bioskop hingga tempat wisata akan kembali dibuka untuk umum.

Di saat inilah penting sekali untuk tidak konsumtif alias mengontrol hasrat belanja berlebihan agar tidak mudah tergiur tawaran promo atau diskon. Jangan menghabiskan uang untuk kesenangan diri saja, biasakan diri untuk belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan semata.

Belajar dan biasakan diri membuat anggaran khusus belanja. Sedapat mungkin jangan mengambil jatah dana lainnya saat dana belanja habis. Kendalikan hasrat belanja memang bukanlah hal yang mudah, tetapi belajar dan yakin bisa menjadikan kondisi keuangan jauh lebih sehat.

Siapkan Dana Cadangan

Dana cadangan sebaiknya memang harus disiapkan. Kita tidka bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya. Hal terdekat dalam problem finansial seseorang adalah kebutuhan mendadak, dan tidak ada uang simpanan dana untuk menambal kebutuhan mendadak tersebut.

Oleh karena itu, sedia payung sebelum hujan itu penting. Dalam hal ini, kita perlu antisipasi akan kejadian yang tidak diharapkan dengan cara menyisihkan sebagian uang dari pemasukan untuk disimpan sebagai dana cadangan. Dengan begitu, kita tidak akan kewalahan jika harus mengeluarkan biaya dalam jumlah banyak saat ada kebutuhan yang tidak terduga.

Adanya dana simpanan untuk hal yang bersifat darurat dapat membuat sirkulasi keuangan Anda tetap berjalan dengan semestinya meski saat masalah datang melanda.

Hindari Gaya Hidup Konsumtif

Hindari Gaya hidup konsumtif ini bukan berarti ada berpuasa terus-terusan untuk belanja. Namun, keluarkan lah uang jika Anda memang membutuhkannya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Jangan belanja barang yang notabene tidak ada perlukan sama sekali dan tidak bisa digunakan dalam jangan waktu yang lama.

Dengan demikian, Anda sudah belajar untuk menyiasati keuangan agar jauh lebih sehat. Selama barang-barang Anda masih layak dan berfungsi dengan baik, sebisa mungkin hindari membeli yang baru agar pengeluaran tidak kian bertambah.

Kebiasaan konsumtif seringkali ‘didukung’ dengan kebiasaan berutang yang pasti akan membuat kondisi finansial Anda menjadi tidak sehat. Apabila tagihan utang untuk barang konsumtif tersebut selalu rutin terlunasi, maka, keuangan Anda masih dapat dikatakan aman.