Cara Praktis dan Hemat Beli Barang Lelang Pegadaian

  • 4 min read
  • Sep 06, 2020

Salah satu alternatif terbaik untuk memperoleh pinjaman dalam waktu singkat adalah dengan menggadaikan barang berharga di Pegadaian. Jenis barang yang bisa “disekolahkan” di Pegadaian seperti rumah, kendaraan bermotor, alat elektronik hingga emas.

Faktanya, sebagai badan usaha milik pemerintah, Pegadaian tak hanya menampung barang yang ingin digadaikan saja, tetapi Pegadaian juga sering melakukan lelang barang murah. Pelalangan yang dilakukan oleh pihak Pegadaian tentu saja sudah melalui proses panjang.

Sebagai contoh, seseorang ingin mendapat pinjaman dari Pegadaian. Atas dasar itu, pihak Pegadaian memberikan syarat dengan jaminan berupa aset sesuai ketentuan yang ada di Pegadaian. Misalnya, emas. Ketimbang menjualnya, sebagian orang mungkin lebih nyaman untuk digadaikan sementara, karena dengan begitu emas tersebut bisa dimiliki kembali.

Pada kenyataannya, tak semua orang sanggup melunasi pinjaman di Pegadaian. Akibatnya, jaminan tadi, pada akhirnya menjadi milik Pegadaian. Sebagai informasi, pinjaman dengan sistem gadai di Pegadaian tidak sama dengan pinjaman di bank. Dalam hal ini adalah perihal tenor (jangka waktu).

Nah, jika di bank jangka waktunya bisa panjang, maka di Pegadaian, kita diberi batas waktu maksimal selama 120 hari alias 3 bulan lamanya. Apabila pinjam telah jatuh tempo. Maka sebaiknya kita harus menebus barang yang telah digadaikan di Pegadaian dengan melunasi pinjaman pokok berserta sewa modalnya. Kalau tidak ditebus, barang jaminan tersebut akan digadaiakan oleh pihak Pegadaian.

Dalam situasi seperti di atas, Pegadaian bisa membantu masyarakat berburu barang murah yang dilelang oleh Pegadaian. Sebab, Pegadaian akan menjual jaminan itu dengan harga miring. Barang-barang tersebut dijual dengan cara lelang. Hasil penjualan dipakai untuk menutup dana yang dipinjam oleh nasabah yang tidak dilunasi oleh nasabah Pegadaian.

Tak perlu heran jika di Pegadaian, Anda melihat etalase penuh barang. Di depan etalase, akan banyak orang yang berburu barang murah dari lelang Pegadaian.

Maka muncullah sebuah pertanyaan, apa betul harga barang lelang di Pegadaian itu murah? Jawabannya, relatif.

Kalau menurut petugas Pegadaian, harga barang lelang disesuaikan dengan harga di pasaran. Tapi, pada kenyataannya, banyak yang juga dijual di bawah harga pasaran.

Kenapa bisa begitu? Sebab, harga di pasaran bisa berubah tak sesuai dengan saat penetapan harga lelang. Meski begitu, selisih harganya tidak akan terlalu jauh. Boleh jadi, tidak menyentuh angka jutaan rupiah.

Aturan Lelang di Pegadaian

Untuk beli barang lelang Pegadaian, kita mesti tahu dulu aturan lelangnya. Kita bisa mengunjungi kantor Pegadaian terdekat untuk menanyakan jadwal lelang.

Biasanya, lelang diadakan dua minggu sekali. Namun, tergantung kebijakan tiap unitnya juga. Bisa juga tiap hari ada lelang.

Saat menanyakan soal lelang, jangan lupa tanyakan pula syarat-syaratnya. Biasanya lelang di Pegadaian diadakan secara terbuka dan syaratnya tidak begitu ketat. Berikut tahapannya

  • Kunjungi loket bagian lelang, lalu minta informasi barang apa saja yang akan dilelang
  • Ikuti lelang di lokasi yang telah ditentukan
  • Petugas lelang akan mengumumkan barang yang akan dilelang, termasuk cacatnya dan harga pembukaan
  • Barang akan diberikan kepada penawar dengan nilai tertinggi setelah hitungan ketiga tak ada yang memberikan tawaran lebih tinggi
  • Setelah barang didapatkan lewat lelang, berikutnya transaksi dengan penandatanganan dokumen bukti transaksi

Cara Ikut Lelang Pegadaian

Harga barang lelang di Pegadaian memang kadang begitu menggiurkan. Namun, jika berminat mengikutinya, kita tetap mesti menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dengan demikian, misi kita berburu barang murah dari lelang Pegadaian bisa terselesaikan dengan baik. Berikut ini tips ikut lelang di Pegadaian:

Patok dana

Saat lelang, bukan mustahil terjadi adu tawar yang sengit. Akhirnya, harga malah melambung tinggi. Kita mesti berpikir dingin saat ikut lelang.

Untuk menghindari kebablasan saat tawar-menawar, sebaiknya patok dana terlebih dahulu. Misalnya mau beli emas lelang, tetapkan dana Rp5 juta. Jika harga yang ditawarkan lebih dari itu, jangan sampai memaksakan diri.

Tetapkan barang

Tetapkan dulu barang lelang yang akan dibeli. Jadi, tidak usah bingung saat sudah di Pegadaian. Inilah gunanya bertanya ke petugas sebelum ikut lelang.

Cari info harga pasaran

Karena misinya dapat barang murah, kita mesti membekali diri dengan info harga pasaran barang incaran itu. Ini dipakai untuk mematok bujet yang sudah disediakan sebelumnya. Jika harga di lelang lebih mahal, sebaiknya mundur saja.

Cek legalitas

Kita mesti memastikan segala hal terkait legalitas barang tersebut tersedia. Misalnya emas, harus ada sertifikatnya. Sepeda motor, harus lengkap surat-suratnya. Begitu juga soal transaksi, harus ada kuitansi dan bukti pembayaran. Daripada kena masalah kemudian.

Beda Lelang Pegadaian Asli dan Tipu-tipu

Di tengah kebutuhan masyarakat akan barang murah, membuat banyaknya oknum-oknum penipuan lelang. Penipuan lelang ini umumnya dilakukan secara online. Beberapa dari oknum ini bahkan berani mengatasnamakan Pegadaian dalam menjalankan praktiknya.

Padahal, sampai Februari 2020, Pegadaian tidak punya program lelang secara online. Untuk itulah, masyarakat diminta berhati-hati terhadap informasi lelang online melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Biar tidak terjebak dengan lelang palsu, ini tanda-tanda lelang yang kemungkinan besar penipuan:

  • Menawarkan emas, laptop, handphone, dan barang-barang lainnya dengan harga murah, padahal Pegadaian tidak pernah menjual barang jauh di bawah harga pasar.
  • Informasi lelang diumumkan melalui akun media sosial dengan menggunakan nama Pegadaian, Pegadaian Syariah, The gade, dan sebagainya.
  • Pemilik akun biasanya mengambil foto atau video karyawan Pegadaian dan memalsukan identitasnya untuk meyakinkan calon korban.
  • Melakukan komunikasi melalui nomor yang dipublikasikan pada akun palsu tersebut.
  • Pelaku meminta transfer sejumlah uang sebagai uang muka transaksi dan menjanjikan akan mengirim barang yang dibeli.
  • Setelah transfer, ternyata barang gak dikirim, nomor pelaku tidak aktif, dan rekening bank yang sebelumnya menerima transfer pun ditutup.

Kalau Anda sudah mengendus tanda-tanda penipuan itu, sebaiknya jangan sampai mentransfer uang. Lebih baik melakukan transaksi lelang secara langsung di kantor cabang, bazar, atau pameran yang dilakukan oleh Pegadaian.

Anda juga bisa langsung mendatangi outlet-outlet Pegadaian terdekat, menghubungi pusat panggil resmi call center Pegadaian di nomor 021-1500569 atau Pegadaian pusat di 021-3155550.

Demikianlah informasi tentang berburu barang murah dari lelang Pegadaian. Tidak ada ruginya jika Anda ingin atau ikut mencoba lelang resmi di Pegadaian. Siapa tahu malah bisa membuka jalan bagi Anda untuk menekuni usaha online, yaitu menjual barang second dari barang lelang di Pegadaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia