Jenis Bahan Kaos Sablon yang Umum Digunakan

  • Whatsapp
bahan kaos

Bahan kaos diperlukan untuk pelaku usaha atau orang-orang yang menerima orderan percetakan, khususnya sablon kaos manual dan cetak kaos DTG.

Banyak orang menghendaki jenis kaos yang adem untuk kepentingan bisnis clothing line atau kaos distro. Umumnya, para pelaku bisnis ini lebih memilih menggunakan bahan kaos berkualitas. Tujuannya, selain mendapatkan pendapatan yang lebih baik, harapan lainnya adalah dapat memuaskan hati para konsumen.

Oleh karena itu, banyak pebisnis kaos oblong berlomba-lomba membuat kaos terbaik dari bahan pilihan agar bisa dipasarkan dengan mudah, baik secara konvensional maupun online.

Nah, bagi kamu yang baru memulai bisnis kaos dengan format design seperti kaos kata-kata lucu, kaos kata-kata puisi, kaos kata-kata motivasi, atau dengan design kaos kekinian, sebaiknya kenali dulu bahan kaos sebelum kamu memulai bisnis kaos sablon manual dan DTG.

Jenis Bahan Kaos yang Biasa Digunakan untuk Sablon

Ada beberapa jenis bahan kaos yang bisa digunakan untuk bisnis sablon manual dan DTG. Pada kesempatan ini, Kawula akan mengurai jenis bahan kaos yang dapat ditemui di pasaran.

1. Bahan Kaos Katun

Bahan kaos katun sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu cotton atau kapas. Bahan katun terbuat dari 100% cotton atau kapas alami dan kelebihan bahan katun ini pun beragam yakni tekstur yang lembut, menyerap keringat dan nyaman saat disentuh sehingga dalam cuaca apa pun bahan ini tetap terasa sejuk saat dikenakan.

Tapi sebelum bahan katun ini diproduksi untuk kaos, jenis bahan ini melewati beberapa proses untuk pemintalan benang agar tekstur dari katun lebih halus dan rapi. Setelah melalui proses pemintalan benang, bahan ini terbagi menjadi dua varian berdasarkan pemintalan benangnya dan terbagi menjadi tiga jenis menurut pengaturan dari gramasinya (gr/m2).

Berikut adalah jenis katun yang sudah dirangkum Kawula berdasarkan proses pemintalan benang dan pengaturan gramasinya.

a. Bahan Kaos Cotton Combed

Pasti kita semua tahu dong apa itu bahan cotton combed, tapi tahukah kamu kalau bahan cotton combed memiliki gramasi yang berbeda sesuai kebutuhan konsumen? Bahan cotton combed mempunyai tiga jenis gramasi yang berbeda-beda, di antaranya

  • Cotton combed 20s yang menjadikan bahan cotton combed 20s menjadi bahan yang paling tebal diantara cotton combed lainnya dengan tingkat gramasi 190-200 gsm.
  • Cotton combed 24s dengan tingkat ketebalan yang lebih tipis dibandingkan dengan cotton combed 20s dan cotton combed 24s memiliki tingkat gramasi 175-185 gsm.
  • Cotton combed 30s dengan ketebalan yang lebih tipis dibandingkan cotton combed 20s ataupun 24s dengan tingkat gramasi 140-150 gsm.

Cotton combed sendiri diambil dari cara pengolahan bahan dengan cara disisir atau combed sebelum dipintal menjadi gulungan benang, karena cotton combed menggunakan cara combed atau penyisiran membuat hasil benang yang didapatkan lebih lembut, lebih rapi, lebih panjang dan jarang sekali ada NAP (sambungan kapas pada bahan).

b. Bahan Cotton Carded

Bahan cotton carded pun sama dengan bahan cotton combed yang menggunakan 100% serat kapas, tapi yang membedakan adalah cara untuk mengolah bahan sebelum dipintal menjadi gulungan benang.

Nama carded diambil dari cara pengolahan bahan dengan cara digaruk atau carding sebelum dipintal menjadi gulungan benang. Proses pembuatan cotton carded inilah yang menjadikan cotton carded tampak lebih kasar dibandingkan cotton combed.

Hasil rajutan dan penampilan bahannya pun kurang rata dibandingkan cotton combed, karena proses untuk mengolah bahan dari cotton carded hanya sampai pada tahap carding.

2. Polyester

Mungkin di antara kalian masih ada yang belum mengetahui apa itu bahan polyester. Polyester adalah jenis bahan yang terbuat dari hasil minyak bumi (serat sintetis atau buatan) untuk diolah menjadi dua bahan yang berbeda, yaitu serat fiber poly dan untuk yang plastik berupa biji plastik.

Jika dibandingkan dengan bahan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar dan tidak bisa menyerap keringat dibandingkan dengan bahan katun. Bahan jenis ini sangat panas ketika dikenakan.

3. Teteron Cotton

Teteron cotton atau biasa disebut TC merupakan jenis bahan campuran antara cotton combed dan polyester dengan perbandingan 35% cotton combed dan 65% polyester.

Bahan jenis ini sama seperti polyester, yaitu tidak menyerap keringat dan gerah saat dikenakan. Akan tetapi bahan jenis ini tidak mudah melar walaupun sudah lama dipakai. Keunggulan lainnya bahan ini tidak mudah kusut.

4. Viscose

Viscose atau biasa disebut rayon adalah jenis bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan untuk kain. Dari segit tekstur, viscose hampir mirip dengan tekstur kapas.

Serat viscose memiliki ketahanan kelembapan lebih tinggi dan lebih lembut dibandingkan serat kapas, karena viscose digunakan untuk menambahkan kenyamanan saat dipakai dan menambah kecerahan warna pada bahan sehingga terkesan lebih mewah.

Sebagai informasi, viscose jarang tersedia di pasaran sehingga harga dari bahan viscose relatif mahal.

5. Cotton Viscose (CVC)

Cotton viscose atau biasa disebut CVC adalah jenis bahan campuran sama seperti bahan Teteron Cotton atau TC dengan perbandingan 55% Cotton Combed dan 45% Viscose sehingga membuat bahan dari CVC memiliki kelebihan pada tingkat shrinkage (susut pola) lebih kecil dari bahan cotton atau kapas. Daya serap bahan CVC pun sama baiknya dengan cotton combed.

6. Hyget

Hyget adalah jenis bahan yang terbuat dari plastik. Tak heran jika bahan ini memiliki tekstur yang sangat tipis sehingga membuat bahan hyget ini kurang layak dan kurang nyaman untuk dijadikan sebuah kaos. Namun, untuk pembuatan kaos harga murah dalam jumlah banyak, atau untuk keperluan kampanye menggunakan bahan hyget termasuk pilihan yang tepat.

Itu tadi beberapa jenis bahan kaos yang dapat digunakan oleh pelaku UKM (usaha kecil menengah) yang bergerak di bidang jasa sablon manual dan digital. Bagi kamu yang ingin mencoba bisnis kaos distro untuk melengkapi atribut penjualan sebaiknya menggunakan hang tag, dan menggunakan bahan cotton combed agar lebih mudah memasarkannya atau dijual di lapak-lapak online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *