JAKARTA – Produsen ponsel Vivo secara resmi merilis smartphone flagship Vivo X300 Ultra di China, Senin (30/3/2026).
Menjadi penerus bagi Vivo X200 Ultra yang dirilis April tahun lalu, ponsel terbaru Vivo ini membawa berbagai peningkatan pada sektor kamera.
Salah satunya, yakni kamera utama yang kini memiliki resolusi 200 MP (f/1.9), naik dari 50 MP (f/1.7) pada generasi sebelumnya.
Ukuran sensor kamera ini pun lebih besar dan hampir menyentuh 1 inci, tepatnya 1/1,12 inci, meningkat dari 1/1,28 inci, dengan panjang fokus (focal length) 35 mm.
Berkat sensor yang lebih besar, kamera ini diklaim sanggup menangkap cahaya lebih banyak guna menghasilkan detail gambar yang lebih tajam dibandingkan sebelumnya.
Terkait kamera utama, sensor yang digunakan adalah Sony Lytia 901 yang telah mengadopsi teknologi pelapisan lensa baru 1G+6P, yang diklaim bisa menekan efek refleksi cahaya sampai 20 persen.
Kamera utama ini juga disebut telah mengantongi sertifikasi stabilisasi dari asosiasi kamera internasional dengan skor CIPA 6.5, yang menunjukkan kemampuan stabilisasi sekelas kamera profesional.
Beralih pada kamera telefoto, Vivo X300 Ultra kini menggunakan sensor kamera 200 MP terbaru dari Samsung, yaitu ISOCELL HP0.
Sensor kamera ini memiliki focal length 85 mm dan diklaim sanggup menawarkan peningkatan autofocus hingga dua kali lebih cepat, yakni mencapai 60 pembaruan fokus per detik.
Kamera tersebut juga dibekali teknologi “Gimbal-Grade OIS” dengan stabilisasi mencapai CIPA 7.0, yang lebih stabil daripada kamera utama.
Meski demikian, bukaan lensa atau aperture kamera telefoto ini sedikit lebih kecil (f/2.67) jika dibandingkan generasi sebelumnya (f/2.27).
Vivo turut memperkenalkan dua aksesori telekonverter baru yang dapat digunakan pengguna guna menghasilkan foto jarak jauh yang berkualitas, yakni Cannon 400 (400 mm, 17,4x zoom) dan Lipstick 200 (200 mm, 8,7x zoom).
Untuk satu kamera belakang lainnya, yaitu kamera ultrawide, Vivo tetap memakai sensor 50 MP berukuran 1/1.28 inci dari generasi sebelumnya.
Peningkatan juga ditemukan pada sektor video. Vivo X300 Ultra sekarang mendukung perekaman video 4K 120 fps 10-bit Log pada berbagai focal length, dukungan impor format 3D LUT, serta kompatibilitas dengan workflow profesional ACES demi akurasi warna.
Vivo X300 Ultra tetap mempertahankan tampilan yang serupa dengan pendahulunya, namun terdapat beberapa perubahan kecil seperti penghapusan tombol kamera kapasitif.
Pada bagian depan, perangkat ini dibekali layar AMOLED 6,82 inci beresolusi 3168 x 1440 piksel dengan refresh rate mencapai 144 Hz.
Di bagian tengah atas layar, tersedia lubang punch hole yang menampung kamera selfie 50 MP (f/2.5), serupa dengan generasi sebelumnya.
Di sektor dapur pacu, perangkat ini ditenagai chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang dipadukan dengan RAM hingga 16 GB serta media penyimpanan mencapai 1 TB.
Vivo X300 Ultra mengusung baterai jumbo berkapasitas 6.600 mAh, dengan dukungan pengisian cepat 100 watt (kabel) serta 40 watt (nirkabel).
Fitur pendukung lainnya yang tersedia di ponsel ini mencakup dukungan komunikasi satelit bagi varian tertinggi (16 GB/1 TB), WiFi 7, Bluetooth 5.4, NFC, sistem pemindai sidik jari di dalam layar, dukungan teknologi Zeiss untuk kamera, dan masih banyak lagi.
Di pasar China, Vivo X300 Ultra dibanderol dengan harga mulai dari 7.000 yuan atau sekitar Rp 17,2 juta untuk varian terendah 12/256 GB atau 9.000 yuan atau sekitar Rp 22,1 juta untuk varian tertinggi 16 GB/1 TB.
Perangkat ini tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu hijau, perak, dan hitam. Sejauh ini belum ada informasi mengenai kapan ponsel ini akan diluncurkan di pasar global, termasuk Indonesia.