Trump Ancam Gunakan Kekuatan Besar Jika Negosiasi Nuklir Iran Gagal

Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:40:18 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln. [Foto: US Navy]

JAKARTA – Presiden Donald Trump pada Jumat (13/2/2026) mengatakan Amerika Serikat siap mengerahkan “kekuatan yang sangat besar” jika negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran gagal.

“Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kami bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Trump kepada para wartawan ketika ditanya mengapa ia memutuskan untuk mengirim kapal induk kedua ke kawasan tersebut.

“Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kami sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kami menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” tambahnya.

Pernyataan Trump mengenai pengiriman kapal tersebut muncul setelah media lokal melaporkan bahwa AS akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.

Saat ditanya mengenai negosiasi dengan Iran, Donald Trump mengatakan ia berpikir bahwa negosiasi tersebut akan “berhasil.”

“Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran—sangat buruk,” ucapnya.

AS dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung di ibu kota Muscat pada 6 Februari dengan mediasi Oman untuk membahas program nuklir Teheran.

Pertemuan tersebut menandai berakhirnya penangguhan selama sekitar delapan bulan setelah AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran-Israel pada Juni 2025.

Di tengah negosiasi tersebut, AS secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan itu. Donald Trump juga memperingatkan Iran bahwa negara itu harus mencapai kesepakatan.

Pengayaan uranium tetap menjadi titik utama perselisihan. AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan memindahkan uranium yang diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri.

Tuntutan tersebut ditolak dengan tegas oleh Teheran. Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan ke dalam negosiasi, tetapi Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan isu di luar program nuklirnya.

Terkini