Rusia dan Iran Bahas Jalur Diplomasi di Tengah Isu Penguatan Dukungan Militer

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:01:48 WIB
Ilustrasi bendera Rusia dan Iran. [Foto: NET]

JAKARTA – Pemerintah Rusia dan Iran sedang menjalin komunikasi guna membahas peperangan yang tengah terjadi di Timur Tengah.

Melalui komunikasi tersebut, kedua pihak membuka peluang bagi penyelesaian konflik secara damai.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membuka ruang penyelesaian konflik Iran lewat jalur diplomatik, di tengah tensi militer yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (27/3/2026), kedua menteri tersebut membahas secara mendalam krisis militer-politik yang dianggap sebagai salah satu yang paling rumit di kawasan.

Moskow memberikan penilaian bahwa konflik tersebut dipicu oleh “agresi tanpa provokasi” yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Lavrov dan Araqchi pun saling bertukar pandangan terkait kemungkinan membawa konflik ke arah penyelesaian politik dan diplomatik.

Upaya tersebut dinyatakan harus berlandaskan pada hukum internasional serta mempertimbangkan kepentingan sah dari seluruh negara di kawasan.

Selain persoalan konflik, Lavrov juga menyampaikan rincian mengenai pengiriman bantuan kemanusiaan terbaru dari Rusia untuk Iran.

Di sisi lain, hubungan strategis antara Rusia dan Iran kian menguat. Kedua negara telah menandatangani perjanjian kemitraan yang meliputi kerja sama di bidang politik, ekonomi, militer, hingga energi, walaupun tidak mencakup pakta pertahanan bersama.

Rusia sendiri diketahui memakai drone rancangan Iran dalam konflik yang telah berjalan selama empat tahun dengan Ukraina.

Namun, kedekatan ini turut memicu sorotan. Dalam pertemuan negara-negara G7, para menteri luar negeri Eropa mendesak Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk merespons dugaan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran menargetkan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dua sumber keamanan Barat serta seorang pejabat kawasan yang dekat dengan Teheran menyebutkan bahwa Moskow telah memberikan citra satelit kepada Iran.

Selain itu, Rusia juga diduga membantu peningkatan teknologi drone milik Iran agar mempunyai kemiripan dengan versi yang digunakan dalam perang di Ukraina.

Situasi ini menunjukkan kontras yang tajam: di satu sisi Rusia mendorong jalur diplomasi, namun di sisi lain dituding memperkuat kapasitas militer Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.

Terkini