JAKARTA – Banyak orang memandang memiliki pasangan sebagai salah satu kunci kebahagiaan. Tidak sedikit pula yang merasa tertekan ketika masih melajang atau disebut jomblo.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hidup tanpa pasangan juga dapat membawa berbagai manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
Dalam beberapa kondisi, hidup sendiri justru memberi kesempatan bagi seseorang untuk lebih fokus pada diri sendiri.
Pakar hubungan dan kesehatan seksual, Jess O’Reilly yang dikenal sebagai Dr. Jess menyampaikan bahwa kondisi yang paling sehat sebenarnya bergantung pada situasi masing-masing individu.
“Saya tidak percaya bahwa menjadi lajang selalu lebih sehat, sama seperti berada dalam hubungan juga tidak selalu lebih sehat. Yang sehat untuk seseorang bergantung pada situasi uniknya,” kata Dr. Jess, seperti disadur Your Tango, Sabtu (14/3/2026).
6 Keuntungan menjadi jomblo
1. Lebih aktif bergerak dan berolahraga
Salah satu manfaat yang jarang disadari dari status lajang adalah kecenderungan seseorang untuk lebih aktif bergerak.
Menurut Dr. Jess, sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 13.000 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka yang belum pernah menikah cenderung lebih sering berolahraga dibandingkan kelompok lain, termasuk yang telah menikah atau pernah bercerai.
“Sebuah studi terhadap 13.000 warga Amerika berusia 18 hingga 64 tahun menemukan bahwa mereka yang belum pernah menikah lebih banyak berolahraga daripada semua kategori hubungan lainnya,” ujar Dr. Jess.
Secara sederhana, temuan tersebut menunjukkan bahwa individu yang belum pernah menikah melakukan aktivitas fisik lebih sering dibandingkan kelompok dengan status hubungan lain.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat, seperti memperbaiki suasana hati, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan energi, serta membantu kualitas tidur menjadi lebih baik.
2. Lebih fokus merawat diri sendiri
Status lajang juga dapat memberi ruang bagi seseorang untuk lebih memperhatikan kesehatan serta perawatan diri.
Dr. Jess menjelaskan bahwa beberapa penelitian menemukan perempuan yang tetap lajang memiliki kondisi kesehatan yang setara bahkan lebih baik dibandingkan perempuan yang telah menikah pada sejumlah indikator kesehatan.
Penelitian tersebut mengevaluasi berbagai aspek kesehatan, seperti kondisi kesehatan secara umum, penyakit kronis, jumlah hari sakit, hingga frekuensi kunjungan ke dokter.
Dalam beberapa kasus, perempuan yang tetap lajang justru menunjukkan hasil lebih baik pada beberapa indikator tersebut.
3. Memiliki jaringan sosial yang lebih luas
Orang yang belum memiliki pasangan juga cenderung mempunyai jaringan sosial yang lebih luas.
Dr. Jess menjelaskan bahwa sebagian ahli berpendapat individu lajang sering lebih aktif membangun relasi sosial dibandingkan mereka yang telah menikah.
“Beberapa ahli menyebutkan bahwa orang lajang mungkin lebih tangguh dan membangun jaringan sosial yang lebih kuat karena mereka mencari lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi,” ungkap Dr. Jess.
Ketika seseorang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang sehat, peluang untuk memperoleh dukungan emosional juga menjadi lebih besar. Relasi sosial yang kuat diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.
4. Cenderung memilih pola makan yang lebih sehat
Status jomblo juga dapat berpengaruh pada pola makan seseorang.
Pelatih kencan dan pakar hubungan Laurel House menyebutkan bahwa hubungan yang tidak sehat atau penuh konflik dapat memicu kebiasaan makan yang kurang baik.
“Hubungan yang tidak sehat dan tidak bahagia dapat memicu berbagai kebiasaan yang merugikan, termasuk makan berlebihan untuk mencari kenyamanan,” kata House.
Sebaliknya, orang yang hidup sendiri biasanya memiliki kontrol lebih besar terhadap pola makan mereka. Hal tersebut memungkinkan seseorang memilih jenis makanan yang lebih sehat tanpa dipengaruhi kebiasaan pasangan.
5. Persahabatan cenderung bertahan lebih lama
Ketika seseorang menjalani hubungan romantis atau menikah, perhatian sering kali lebih banyak tertuju pada pasangan dan keluarga. Akibatnya, sebagian hubungan pertemanan dapat menjadi renggang karena keterbatasan waktu.
Sebaliknya, orang yang masih lajang biasanya memiliki waktu lebih banyak untuk menjaga hubungan dengan teman-teman.
Mereka dapat lebih sering berkumpul, berkomunikasi, serta mempertahankan kedekatan dengan teman dekat.
Persahabatan yang kuat dapat memberikan dukungan emosional yang penting dan membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
6. Lebih mandiri dan mengenal diri sendiri
Manfaat lain dari menjadi jomblo adalah kesempatan untuk belajar hidup lebih mandiri.
Hidup sendiri membuat seseorang terbiasa mengurus berbagai kebutuhan tanpa bergantung pada orang lain.
Kondisi tersebut juga memberi ruang bagi seseorang untuk memahami dirinya secara lebih mendalam, termasuk mengenali kebutuhan emosional, tujuan hidup, serta nilai-nilai pribadi.
Kemampuan menikmati waktu sendiri juga menjadi keterampilan penting dalam kehidupan.
Ketika seseorang mampu merasa nyaman dengan dirinya sendiri, fondasi emosional yang dimiliki cenderung lebih kuat untuk menjalani hubungan di masa mendatang.